Prim-A jadi sponsor Indonesia International Challenge

Picture1

Produk air minum Prim-A akhirnya menggantikan Victor sebagai sponsor resmi kejuaraan Indonesia International Challenge tahun 2013 ini. Kabar ini didapat dari situs tournamentsoftware, dimana nama Prim-A sudah melekat di nama resmi turnamen berlevel International Challenge ini (foto atas). Turnamen Prim-A Indonesia International Challenge 2013 ini akan digelar pada tanggal 2 hingga 7 Juli 2013 di GOR Sudirman, Surabaya.

Produk air minum Prim-A ini adalah salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. Sinar Sosro Indonesia. Kejuaraan Indonesia International Challenge tahun 2013 ini adalah penyelenggaraan turnamen yang ke-9. Turnamen ini pertama kali digelar oleh PB PBSI pada tahun 2005. Saat awal kejuaraan itu digelar, PBSI memberi kejuaraan ini dengan nama Indonesia Satellite. Baru ketika BWF memperkenalkan sistem levelisasi turnamen, kejuaraan ini pun berganti nama menjadi Indonesia International Challenge (masuk ke level Challenge).

Dalam sejarah penyelenggaraan turnamen ini, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, Maria Kristin Yulianti tercatat berhasil menjadi juara sebanyak dua kali di nomor tunggal putri, yakni di tahun 2005 dan 2006. Hingga penyelenggaraan ke-8 tahun 2011 kemarin, belum ada pemain tunggal putri yang mampu menjuarai turnamen ini sebanyak dua kali seperti Maria.

Indonesia Open GP Gold

Selain di kejuaraan Indonesia International Challenge, sponsor baru juga ada di kejuaraan lain yang diselenggarakan di Indonesia, yakni Indonesia Open GP Gold. Jika di tahun 2010 dan 2011, kejuaraan disponsori oleh Bankaltim, sementara di tahun 2012 kemarin disponsori oleh Bukit Asam, tahun ini YONEX terpilih sebagai sponsor utama kejuaraan berlevel GP Gold ini. YONEX sudah menandatangani kontrak sebagai sponsor kejuaraan ini selama empat tahun kedepan (2013-2016).

Selain sponsor, Tuan rumah penyelenggara Indonesia Open GP Gold ini pun kembali berubah. Jika di tahun 2010 dan 2011, Samarinda dipilih sebagai tempat kejuaraan, sementara tahun 2012 kemarin digelar di Palembang, untuk tahun 2013 ini, Kota Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah. Rencananya, GOR Amongrogo akan menjadi venue kejuaraan level 3 ini pada 24-29 September 2013.

Menurut Yoppy Rosimin yang menjabat sebagai Ketua Bidang dana PB PBSI, Yogjakarta dipilih sebagai tuan rumah karena kota ini memiliki GOR yang memenuhi syarat, penontonnya juga antusias serta aksesibilitasnya bagi para pemain juga mudah. “Jogja dipilih karena punya GOR representatif dan antusiasi penontonnya juga sangat bagus,’’ begitu kata Yoppy.

About these ads