Emms mendukung Diskualifikasi, TERKABUL!!

Bintang bulutangkis Britania Raya, Gail Emms mendukung adanya sanksi berat untuk empat pasang pebuluangkis ganda putri yang mencoba melakukan usaha mengalah demi draw yang lebih baik di fase grup pada Olimpiade London 2012. Dan salah satu anjuran Emms untuk masalah ini adalah mendiskualifikasi keempat pasangan.

“Ini adalah Olimpiade dan jika bulutangkis ingin menyelamatkan wajahnya maka mereka harus didiskualifikasi dan pasangan di bawah mereka yang diloloskan,” ujar peraih medali perak Olimpiade 2004 itu. Ia merasa sangat marah karena ini sangat memalukan untuk dunia olahraga. Ia sangat tidak menyukai sistem grup ini karena pemenangnya adalah pemain dengan taktik yang baik, bukan dengan permainan terbaik.

“Berarti bahwa 2 ganda putri China di poll yang berbeda. Pintar? Ini bukan spirit olimpiade, tapi cuma pertaruhan medali,” ujar Emms di tweet yang dikeluarkannya. Emms juga membuat rangkaian tweet yang memojokan pasangan Korea, termasuk salah satunya pasangan Korea yang mencoba membuat seolah-olah pasangan Indonesia yang tidak punya fight spirit sehingga didiskualifikasi. “Penonton mencemooh! Perubahan taktik dari pasangan Korea! Bermain bagus untuk membuat pasangan Indonesia didiskualifikasi!”

“Suddenly Indonesians playing better..!!” ujar Emms, meskipun terkesan memuji tetapi tersirat bahwa pasangan Indonesia pada awal pertandingan dianggap tidak bermain bagus. Pada akhirnya justru pasangan Indonesia yang kalah dicemooh oleh publik Wembley Arena. Tidak bisa dibayangkan pada Perempat Final nanti malam jika pasangan Indonesia bertanding, pasti publik Wembley akan meneriaki pasangan Indonesia.

Lewat account twitternya @gailemms, ia memberikan beberapa solusi mengenai konflik di ganda putri ini ke depannya, yakni menghilangkan sistem grup. “Solusi sederhana – Jangan membuat sistem grup untuk bulutangkis lagi. Tetap knock-out! sehingga setiap pertandingan membutuhkan usaha,” begitu bunyi salah satu tweet Emms. sedangkan berkaitan dengan konflik yang terjadi kali ini, penyelesaiannya menurutnya adalah mendiskualifikasi keempatnya. “resolusi saya? Saya akan mendiskualifikasi 4 pasangan.”

Dan akhirnya, teng-teng teng, 4 ganda putri lengser dari turnamen. Ini diketahui lewat account twitter Emms. “Confirmed!! All 4 pairs involved in WD matches last night have been DISQUALIFIED!!” Ini tentu menjadi spirit bagus membersihkan nama baik bulutangkis yang tercemar. Jangan sampai karena hal ini, dunia tahu bahwa China serasa mengontrol setiap pertandingan sehingga pada akhirnya Bulutangkis dicoret dalam Olimpiade 2020.

Lewat twitternya itu, pihak BWF menganggap 4 pasangan menciderai sportifitas dalam olahraga sehingga didiskualifikasi. “The 2 South Korean pairs, Chinese pair and Indonesian pair are OUT for non-sportsmanlike playing and not in the spirit of the Games,” ujar dalam tweet Emms. Sehingga dipastikan 4 pasangan lainnya, Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa vs Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl dan Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin vs Tian Qing-Zhao Yunlei yang akan memperebutkan medali emas. Pukulan berat Bulutangkis Indonesia!

Berawal dari Tian-Zhao

Konflik diawali ketika pasangan Ganda putri China, Tian Qing-Zhao Yunlei gagal menjuarai Grup D karena kalah dari pasangan Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl dari Denmark. Kekalahan ini membuat Wang Xiaoli-Yu Yang, kompatriotnya ‘mengalah’ karena tidak menginginkan terjadinya All Chinese Semifinal, Yong Bo sang kepala pelatih menginginkan All Chinese Gold Medal Match.

Ketika ditanya mengenai kekalahannya itu, Yu Yang menyatakan bahwa ia hanya ingin menghemat tenaga pada pertandingan perempat Final yang digelar sehari pasca partai itu. ”lawan kami sangat kuat. Ini pertama kalinya kami bermain lawan mereka dan Rabu adalah babak gugur, jadi kami sudah lolos kualifikasi dan kami ingin menyimpan tenaga di babak berikutnya.”

Alhasil, kekalahan Wang-Yu membuat ribut ganda putri di penentuan Juara Grup C. Pasangan Meiliana Jauhari-Greysia Polii dan Ha Jung Eun-Kim Min Jung sama-sama tidak menginginkan kemenangan karena jika menang, mereka sudah harus berjumpa pasangan Wang Xiaoli-Yu Yang di Perempat Final. Dalam pertarungan yang berlangsung malam hari itu, kedua pasangan sering mematikan bola sendiri, bahkan terjadi sekitar 21 service fault yang dilakukan kedua pasangan, ini tentu menjadi rekor yang luar biasa dalam perjalanan Bulutangkis Olimpiade.

Dalam partai itu, referee alias wasit kehormatan bahkan sempat mengeluarkan kartu hitam karena menganggam kedua pasangan tidak fight dalam bertanding. Meskipun ketika dinegosiasi, kartu hitam itu pun dicabut dan pertandingan berlanjut hingga akhirnya dimenangkan oleh pasangan Korea Ha Jung Eun-Kim Min Jung dengan 18-21, 21-14, 21-12.

Kejadian ini membuat Tim Korea yang merasa dicurangi akan membawa masalah ini ke BWF untuk ditindak. “Kami akan membawa masalah ini ke BWF. Tapi kami akan menunggu sampai keadaan sedikit lebih tenang. Kejadian ini sangat tidak mencerminkan semangat olimpiade,” ujar Sung Han Kook, kepala pelatih Korea.

Karena ini Olimpiade, berita ini semakin meluas karena tidak hanya publik bulutangkis yang mengabarkan, IOC pun mendengar kabar ini, meski IOC menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab ini kepada BWF. ”Federasi bulutangkis memiliki pengalaman yang luas dalam olahraga mereka dan kami mempercayai bahwa mereka bisa menangani isu tersebut dengan selayaknya dan mengambil kebijakan yang dibutuhkan.”

BWF sendiri memutuskan untuk memberikan hukuman kepada para 4 pasangan pebulutangkis karena dianggap ‘tidak memberikan upaya terbaik untuk memenangkan pertandingan. Mereka adalah Wang Xiaoli-Yu Yang, Meiliana Jauhari-Greysia Polii, Ha Jung Eun-Kim Min Jung dan Jung Kyung Eun-Kim Ha Na.

About these ads