Xuerui gantikan Shixian ke London

Meskipun Kualifikasi Olimpiade London 2012 telah berakhir, Tim China melakukan penggantian tim yang akan dikirim ke London. Li Yongbo sebagai kepala Pelatih China yang beberapa waktu lalu dianugerahi BWF Hall of Fame memutuskan mengirim Li Xuerui dan membatalkan keikutsertaan Wang Shixian.

Di Penutupan Poin menuju Olimpiade, Shixian berada di peringkat tiga sedangkan Xuerui berada di peringkat empat. Satu negara boleh mengirim tiga wakil di nomor tunggal jika berada di 4 besar ranking per 3 Mei. Wang Yihan dan Wang Xin sudah ditetapkan tampil di Olimpiade, dan kepastian nama ketiga didapat setelah 9 Juli kemarin Li Yongbo mengumumkan bahwa Wang Shixian digantikan oleh Li Xuerui.

Li Xuerui memang menunjukkan perfoma yang lebih baik dibandingkan Shixian. Masa keemasan Shixian terjadi di tahun 2010 sampai pertengahan 2011 saat ia menjuarai Asian Games dan meraih posisi puncak Ranking dunia. Tetapi wanita berusia 22 tahun itu mulai memperlihatkan penurunan setelah di Kejuaraan Dunia 2011 tersingkir di babak Perempat Final dan tak dapat medali. Karena itu pula ia lengser dari peringkat satu dunia.

Ia sempat naik ke peringkat #1 lagi pada bulan November namun kegagalan mempertahankan hasil di turnamen Perancis Terbuka dan China Terbuka membuatnya turun peringkat lagi, ke posisi #3. Di awal tahun 2012, ia berhasil mempertahankan tradisi kemenangan China di nomor tunggal putri setelah menang atas Jiang Yanjiao di Final Korea Terbuka (Wang Yihan dan Wang Xin lengser duluan). Setelah menjuarai Korea Terbuka, ia menunjukkan penurunan grafik permainan hingga sempat kalah dari Saina Nehwal di Indonesia Terbuka lalu. Padahal Saina peringkatnya dibawah Shixian.

Li Xuerui sendiri tampil sebagai kuda hitam bagi Shixian yang awalnya digadang bersama Wang Yihan dan Wang Xin ke Olimpiade. Menjadi motor Tim Uber di Kualifikasi Uber 2012, ia menunjukkan perfoma luar biasa, belum terkalahkan dari turnamen itu hingga bulan Juni kemarin (Bulan Juni kalah dari Saina di Final Indonesia Open). Bahkan ia sempat menjuarai empat turnamen beruntun dari Jerman Terbuka, All England, Juara Asia dan India Open.

Liliyana Natsir diandalkan untuk kali kedua

Bintang Ganda Campuran asal Indonesia, Liliyana Natsir, tahun ini akan kembali berpartisipasi di Olimpiade bersama pasangan barunya, Tontowi Ahmad. Mereka dibebani untuk membawa medali emas dari London pada gelaran empat tahunan itu.

Ini menjadi beban kedua bagi Liliyana di Olimpiade, karena tahun 2008 lalu, ia berpasangan dengan Nova Widianto ditargetkan membawa medali emas, namun berakhir klimaks di Final, kalah straight set dari Lee Yong Dae-Lee Hyo Jung sehingga hanya pulang membawa perak.

Tahun 2012 ini, ia dibebani lagi. Pendapat PBSI ini sangat realistis, mengingat hanya mereka lah yang mampu meraih gelar Juara bagi Indonesia setahun belakangan. Di Olimpiade 2012, mereka menjadi unggulan 3 dibawah Zhang Nan-Zhao Yunlei dan Xu Chen-Ma Jin.

Karena Olimpiade 2012 menggunakan sistem grup, dipastikan akan sangat berat perjuangan kedua pemain Indonesia di nomor ini, meskipun menjadi unggulan. Apalagi kelemahan mereka sudah terbaca di Indonesia Open lalu, yakni Owi lemah di depan dan Butet lemah di belakang, dilanjutkan ‘trauma’ kekalahan mereka atas pasangan Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam di Final Indonesia Terbuka lalu.

Karena di nomor ganda ini jumlah unggulannya hanya empat, bisa saja Owi-Butet yang berada di Grup B atau C nanti akan satu grup dengan pasangan kuat yang akhirnya akan menjadi ‘grup maut’. Berdoa saja agar mereka berada di Grup yang tidak ‘grup maut’ sehingga lolos ke Perempat Final sebagai Juara Grup dan di perempat final mereka dipertemukan bukan dengan unggulan atau yang berbahaya.

Untuk jadwalnya, ntar Owi-Butet bakal tampil terus, kalo tak salah dari 29 Juli dan doakan saja sampai 3 Agustus saat pengalungan medali emas nomor ganda  campuran. Kenapa 29 Juli, padahal preliminary round nya digelar mulai 28 Juli?? Dinalar aja, Karena sebagai unggulan mereka kan jadi bintang, jadi biasanya bintang itu tampilnya di court istimewa dan tampilnya itu di akhir-akhir. Ya kemungkinan tampil 29, 30 dan 31 Juli. Lalu 1 Agustus itu Perempat Final (sudah menggunakan sistem gugur/knockout), dilanjutkan 2 Agustus untuk Semifinal dan 3 Agustus untuk Final.

Tapi meski tampilnya 29 Juli (ini masih kemungkinan), karena sebagai ‘anak emas’, keduanya tak akan tampil di Pembukaan Olimpiade 27 Juli karena untuk menjaga stamina. Untuk pembukaan Olimpiade, kontingen Indonesia berada di urutan 87 yang berarti sangat malam dan melelahkan, jadi pilihan tepat bagi Kontingen Indonesia untuk mengistirahatkan pasangan ini. kalo mau lihat Pembukaan Olimpiade, di Jakarta lagi subuhan mungkin, abis Sahur (berarti tgl 28 pagi).

Saina dan Lin Dan menjadi sorotan

Pada Pembukaan Olimpiade London 27 Juli mendatang, akan ada kepastian bahwa bulutangkis mungkin akan kebagian dua sorotan, yakni Lin Dan dan Saina Nehwal. Lin Dan dan Saina Nehwal menjadi 50 Atlet paling disorot untuk London versi BBC.

Kalo parade negara mendatang, yang di shoot itu pembawa bendera nya, adalah suatu penghargaan apabila disorot kamera Stadion Olimpiade London loh.. Taufik tahun 2008 sempat dishoot kamera, padahal ia bukan pembawa bendera. Saat itu Taufik menjadi 100 atlet dinanti di Beijing.

Untuk Kontingen yang akan dipilih mengikuti Parade Pembukaan Olimpiade, pemain bulutangkis agak susah untuk tampil di parade kontingen itu, pasalnya 28 Juli sudah mulai babak penyisihan grup. Untuk kepastiannya, tanggal 28 Juli itu biasanya yang main adalah pemain-pemain yang unseeded, dan diantaranya mungkin Adrianti Firdasari.

Berdasarkan rilis Time (majalah ternama AS), 50 Atlet dinanti di London 2012 bukan Saina, melainkan Tony Gunawan loh… Ya iyalah, Tony kan orang AS, banyak orang AS yang masuk ke TIME for Olympic itu loh..

Indonesia turun ke peringkat 5

Dari World Team Ranking, Tim Indonesia yang turun ke peringkat 5 setelah sebelumnya berada di posisi 3. Indonesia digeser Denmark dan Jepang yang naik satu peringkat. Penurunan ini terjadi di nomor ganda campuran, Piala Thomas dan Uber.

Sebelumnya, Indonesia menempatkan Owi-Butet di 3 besar (jadi dapat poin 1500), karena turun ke peringkat 4, akhirnya poin XD turun menjadi 1200. Sedangkan untuk Piala Thomas dan Uber yang hanya menjadi perempat finalis bulan Mei lalu, jadi hanya mendapatkan poin 1000. Alhasil, jumlah poin Tim Indonesia hanya 10350

China masih menjadi pemuncak, mereka meraih poin penuh 17.500. Poin sempurna itu didapatkan dari para pemain mereka yang berada di Top 3 (meraih 1500), meraih Piala Sudirman (dapat poin 5000) dan meraih Piala Thomas dan Uber (masing-masing 2500). Di belakang China ada Korea yang mengumpulkan poin 13600, jauh dibawah China.

Berikut 10 besar World Team Ranking per 5 Juli 2012 dan perubahannya dari ranking per 5 April (World team Ranking diupdate tiga bulan sekali).

  1. China
  2. Korea
  3. Denmark (+1)
  4. Jepang (+1)
  5. Indonesia (-2)
  6. Chinese Taipei (+1)
  7. Malaysia (-1)
  8. Jerman (+1)
  9. Thailand (+2)
  10. India (-2)
About these ads