Laporan Lengkap Piala Thomas & Uber 2012
salam duaribuan…
Pasca Putaran Final Piala Thomas dan Uber 2012 yang banyak menghasilkan kejutan, tak termasuk dampak dari kejutan itu bagi tim Indonesia. Kini, semua berharap yang lebih baik pada edisi 214. Sekarang bukan saatnya mengkritik atau terus menerus membahas mengenai kekalahan Hayom atau Linda di partai penentuan, tetapi bagaimana Bulutangkis Indonesia dapat kembali berbenah.
seperti saya sebutkan mengenai berbagai hal menarik yang terjadi di Putaran Final ini, Ini dia daftar hal menarik di Piala Thomas dan Uber 2012.
Piala Thomas

- Tim Thomas Indonesia berhasil mencuri 1 set saat laga melawan China, yakni lewat pasangan Hendra Setiawan-Ryan Agung Saputra yang menang di set pertama 21-16 namun kalah 10-21, 9-21 di dua set berikutnya oleh Wei Hong-Shen Ye.
- Cai Yun-Fu Haifeng melakoni 3 laga yang berakhir decue, yakni melawan Cris Adcock-Andrew Ellies (menang 21-11, 22-20), Naoki Kawamae-Shoji Sato (menang 25-23, 21-18) dan Lee Yong Dae-Kim Sa Rang (21-16, 25-23)
- Lee Chong Wei menjadi satu-satunya pemain yang terkena cedera serius di Piala Thomas. Diturunkan melawan Denmark, Chong Wei salah mendarat saat hendak mengembalikkan bola dari Peter Gade di kedudukan 2-1 untuk LCW, ia pun memutuskan retired. ia menangis dan Gade mencoba menenangkannya. Hasil akhirnya, Denmark menang 3-2.
- Kalah di Penyisihan Grup D, Shon Wan Ho balik menang di Perempat Final melawan Dieter Domke. Di Penyisihan, Shon kalah 17-21, 21-15, 11-21. Namun di Perempat Final, Shon balik menang 22-20, 21-19.
- Kali pertama bagi Thomas Indonesia tak mencapai 4 besar dan kalah dari Jepang, padahal di Piala Thomas, Jepang belum pernah mengalahkan Indonesia sebelumnya. Kekalahan Indonesia disumbang 2 peraih medali emas Olimpiade, yakni Markis Kido-Hendra Setiawan dan Taufik Hidayat, serta sosok Dionysius Hayom Rumbaka yang diharapkan menjadi penentu, kalah oleh Takuma Ueda dengan 21-14, 21-19.
- Daren Liew berhasil memaksakan rubber set saat melawan Lin Dan di Perempat Final. Menjadi tunggal pertama (LCW cedera), Daren menang set pertama 21-17 namun kalah telak di kedua set berikutnya 9-21, 5-21.
- Butuh 4 jam, Korea untuk melaju ke Final ketika melawan Denmark di Semifinal. Tercatat dari 4 laga yang dilaksanakan, Korea harus melakoni 3 laga rubber yang semuanya dimenangkan tim ginseng.
- Sementara Jepang yang mengalahkan Indonesia di Perempat Final, cukup memberikan perlawanan berarti kepada China di Semifinal, Sho Sasaki sempat memaksakan deuce 2 kali sebelum Lin Dan menang 23-21, 21-17; di partai kedua Cai-Fu pun harus deuce 25-23, 21-18 untuk menang atas Naoki Kawamae-Shoji Sato; serta Chen Long yang sampai 1 jam melawan Kenichi Tago, banyak sekali reli. (pantas kalau Jepang ke Semifinal)
- Ulangan Final Piala Thomas 2008 kembali terjadi di tahun 2012. Laga seru terjadi di MD1, dimana Lee Yong Dae-Kim Sa Rang nyaris memaksakan rubber, namun Cai-Fu menang 21-16, 25-23. Kemenangan Chen Long atas Shon Wan ho di MS3 membuat China menyamai sejarah Indonesia, meraih 5 gelar Piala Thomas beruntun (2004-2012) setelah Indonesia juga meraihnya di 1994-2002.
Piala Uber

- Wang Xiaoli-Yu Yang sempat dibuat kerepotan saat melawan Anneke-Nitya. Di set pertama, Anneke-Nitya sempat menahan 5 kali game point, yakni dari kedudukan 20-12 sampai 20-16 dan berakhir 21-16, 21-17.
- Lindaweni Fanetri memenangkan set pertama atas Wang Shixian 21-17 namun menghentikan perlawanan di kedudukan 3-10. Hal yang sama ditunjukkan Maria Febe saat melawan Wang Yihan. Kalah 10-21, Febe menghentikan perlawanannya di set kedua saat kedudukan 3-11.
- Della Destiara Haris-Suci Rizky Andini berhasil memaksa rubber pemain China, Tian Qing-Zhao Yunlei namun harus kalah 22-24, 21-19, 15-21. Tian-Zhao menyelamatkan 9 kali game point dari Suci-Della di set pertama. Permainan apik keduanya ini patut diacungi jempol karena belum tentu junior negara lain mampu memaksa Ganda Putri Nomor 2 Dunia yang menjadi Jawara All England.
- Uber Belanda menang tipis atas Chinese Taipei yang menjadi unggulan keempat dalam turnamen ini. Belanda menang 3-2 lewat 3 partai terakhir setelah di 2 partai pertama kalah, termasuk Jie Yao yang terkena cedera.
- Butuh 1 jam lebih bagi Tzu Ying Tai mengalahkan Juara Dunia Junior, Ratchanok Intanon. Untuk mengalahkannya, Tzu Ying Tai harus melakoni laga 21-19, 17-21, 26-24.
- Wang Iris curi satu poin saat melawan USA. Ia menang atas Karina Jorgensen 21-19, 11-21, 21-19. USA nyaris mencuri poin lagi saat Kamilla Rytter Juhl-Christinna Pedersen harus memeras keringat melawan Eva Lee-Paula Lynn Obanana dengan 22-20, 14-21, 21-10.
- Tertinggal 0-2, Jepang balik menang 3-2 atas Denmark di Penyisihan Grup D. Denmark mencuri 2 poin terlebih dulu lewat Tine Baun dan Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl, namun Jepang mencuri 3 poin sisa lewat Ai Goto, Mami Naito-Shizuka Matsuo dan Eriko Hirose.
- Di Perempat Final, Tak Terduga Jerman mencuri 1 set dari Wang Xiaoli-Yu Yang yang menang rubber atas Ganda Jerman Carla Nelte-Isabel Herttrich 21-10, 19-21, 21-8.
- Tertinggal 0-2 bukan halangan bagi Adrianti Firdasari untuk menang dari musuh bebuyutannya, Eriko Hirose dengan 21-13, 20-22, 21-14. Kemenangan Firda disusul Anneke Feinya Agustin-Nitya Krishinda yang berhasil mengalahkan Ganda Jepang peringkat 7 dunia, Mami Naito-Shizuka Matsuo dengan 21-11, 21-17. Sayang, Lindaweni Fanetri kalah rubber set 21-19, 13-21, 17-21.
- Hwang Hye Youn penentu kemenangan Korea ke Semifinal. Kemenangan Sung Ji Hyun yang ajaib 18-21, 25-23, 21-14. Kemenangan itu tak didukung Ha-Kim dan Bae Youn Jo. Korea tertinggal 1-2. Jung-Kim menang dan menyamakan kedudukan. Mental tinggi, Hwang Hye Youn menang 21-18, 25-23 dan meloloskan Korea ke Semifinal.
- Di Semifinal, China dan Korea tak kesulitan mengalahkan Thailand dan Jepang dengan skor 3-0. Di Final, Keajaiban Bae Seung Hee berbalik ke China. Wang Yihan yang nyaris kalah berbalik menang 14-21, 22-20, 21-13. Kemenangan Yihan pun diikuti Wang Xiaoli-Yu Yang dan Wang Xin atas Ha Jung Eun-Kim Min Jung dan Bae Youn Joo. Piala Uber kembali ke China.
Yihan legacy VS de Javu Uber 2010

Kekalahan Wang Yihan atas Bae Seung Hee di Final Piala Uber 2010 di Malaysia dua tahun lalu dibalas di tahun 2012 ini. Kembali tampil sebagai tunggal pertama, Yihan kini bertemu Sung Ji Hyun. Yihan sempat unggul jauh 6-1, sebelum Ji Hyun membalikkan keadaan, mengunci Yihan di poin 14. Ji Hyun unggul 21-14 di set pertama.
Nyaris kalah di kedudukan 16-20, Yihan mampu menyelamatkan 4 kali match point sebelum balik menang 22-20. Yihan tak terbendung lagi, ia menang 21-13 di set penentuan. Kemenangan ini mungkin sangat berarti bagi China, apalagi Kepala Pelatih China, Li Yongbo mengatakan bahwa jika tunggal pertama kalah, mungkin hasil akhirnya tak seperti ini.
Dari susunan Tim Uber China melawan Korea ini, pemain-pemain Korea ternyata di pertemuan terakhir berhasil mengalahkan Pemain China, dan dua partai diantaranya terjadi di Korea Open. Lihat ini.
- Sung Ji Hyun bt Wang Yihan : 13-21, 21-16, 21-19 (Superseries Final 2011 Liuzhou – Groupstage)
- Ha Jung Eun-Kim Min Jung bt Wang Xiaoli-Yu Yang : 12-21, 21-15, 21-17 (Korea Open 2012 – Semifinal)
- Bae Youn Joo bt Wang Xin : 10-21, 21-18, 21-14 (Korea Open 2012 – Round 1)

Banyak kesalahan yang dibuat oleh Juara Dunia 2011 itu hingga Ji Hyun sangat percaya diri, bahkan lebih dulu match point. Namun dalam wawancara bersama Yihan, ia mengatakan bahwa ia seperti mengalami dejavu saat melawan Ji Hyun kala itu. Kenangan pahit 2010 tak bisa dilupakannya. Kekalahannya di tahun 2010 membuatnya menangis menyalahkan dirinya sendiri. Sementara Ji Hyun menyatakan ia terlalu gugup dan memberi kesempatan Wang untuk bangkit.
Dibalik kenangan devajunya itu, Yihan sangat bahagia untuk pertama kali meraih Piala Uber 2012 dan membalas kekalahan atas Uber Korea di tahun 2010, termasuk membalas Kekalahan atas Ji Hyun di Liuzhou, lima bulan lalu. Ini akan menjadi warisan terbaik Yihan, bahwa sebelum angka 21, pemain harus pantang menyerah, this is Yihanlegacy.
Tangisan Si Anak emas

RM 1,1 juta untuk Pingat Emas London 2012, begitulah kampanye besar yang diserukan Menteri Sukan dan Belia Malaysia, untuk mendapatkan satu keping emas. Meski mendapatkan emas SEA games 2011 lalu, perhatian publik Malaysia bukan untuk dunia Sepak Bolanya, tapi Bulutangkis, harapan terbesar Malaysia meraih medali emas pertamanya setelah hanya meraih perak di tahun 1996 dan 2008 lalu.
Sayang seribu sayang, perhatian utama itu berbuntut tidak baik bagi bulutangkis Malaysia sendiri, pasalnya Malaysia sepertinya terlalu mengistimewakan Lee Chong Wei, pebulutangkis nomor 1 dunia itu. Pengistimewaan itu membuat pemain lain seperti Hafiz Hashim protes di putaran Piala Axiata 2012 lalu, dimana LCW yang tidak diturunkan, tidak mendukung rekannya yang bertanding di lapangan.
Meski menang atas Lin Dan di Final Korea Open 2012 dan menjuarai Malaysia Open 2012, kekalahan di All England akibat cedera menular hingga kini. ia sepertinya tak tampil semaksimal sebelum syndrome kekalahan di Kejuaraan Dunia 2011 lalu, sampai ia Kalah oleh Shon Wan Ho di Final India Open 2012.

Pengistimewaan itu bahkan sampai di Piala Thomas 2012. Sempat dikabarkan tak ikut serta dalam skuad Thomas Malaysia karena sakit, LCW memaksakan diri ikut meski berangkat dalam kloter berbeda dengan rekan-rekannya.
Pemaksaan itu berdampak buruk, menang mudah atas Jacob Malieka asal Afrika Selatan, Lee kembali diturunkan di hari ketiga melawan Tim Denmark. Seperti biasa, ia bertemu tunggal pertama Denmark, Peter Gade. Dari 17 pertemuan sebelumnya, Gade hanya mampu mencuri 1 kemenangan di Final Korea Open 2009.

Dalam partai ini, naas menimpa Lee, saat mengambil bola di forehand kanan belakangnya, ia salah pijakan (terlihat di gambar) dan menyebabkan engkelnya cedera. Ia pun tersungkur di lapangan. Mungkin forehand kanan belakang Lee ini yang mencari incaran (ingat saat Lin Dan mengarahkan bola ke arah ini dan memenangkan World Championship 2011). Lihat gambar dibawah ini, beberapa foto saat Lee kesakitan.
![]()




Seribu sayang, Lee menerima cedera itu dengan sangat emosional, ia menitihkan air mata. Gade pun tak menyangka cedera yang dialami Lee sebegitu parahnya. LCW dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Ini seperti dejavu Wong Chong Hann di Piala Thomas 2006 saat melawan Park Sung Hwan.


Akibat cederanya ini, Lee Chong Wei tak akan tampil di Indonesia Open 2012, untuk Olimpiade sendiri, dokter yang merawat Lee menyarankan pemain Malaysia itu untuk istirahatkan sampai sembuh. Mungkin ini tekanan buat Lee, karena ia memikul beban meraih pingat emas pertama buat Malaysia. Selain itu, Kekalahan ini membuat Malaysia kalah dari Denmark 2-3 dan harus ke Perempat Final sebagai Runner Up Grup C. Di Perempat Final, Malaysia kalah dari China 0-3.
Thomas & Uber Cup Final : World No. 1 vs 2

Final Piala Thomas maupun Uber mempertemukan dua negara terkuat bulutangkis dunia saat ini, China dan Korea. Korea yang menjadi Jawara Uber 2010 dan Semifinalis Thomas 2010 kini menjadi pasangan Runner Up Piala Thomas dan Uber 2012, sementara China akan menasbihkan diri sebagai tim terkuat.
Di Papan World Team Ranking BWF hasil perubahan nantinya, Tim China akan memiliki total poin sempurna 17.500 yang berarti memiliki semua pemain di 3 besar dunia di 5 nomor berbeda sekaligus menjuarai 3 event beregu, Piala Thomas, Piala Uber dan Piala Sudirman.

Sementara Korea masih akan membuntut di belakang China dengan mengumpulkan 13.600 poin. Sementara posisi Indonesia di nomor 3 dunia dipastikan akan turun ke posisi 4, setelah kekalahan Tim Thomas dan Uber Indonesia di Wuhan. Tim Indonesia hanya sampai babak perempat Final, dikalahkan oleh skuad Jepang. Indonesia akan digeser oleh Denmark yang Tim Thomasnya meraih perunggu, dikalahkan Korea di Semifinal.
China dan Korea terakhir bertemu di Asian Games 2010 di Guangzhou, dimana Lee Hyun Ill dkk kalah oleh China dengan 1-3 di Final sehingga hanya berbuah perak sedangkan tim Putri Korea kalah di Semifinal oleh China dengan 0-3, membuahkan perunggu bagi negeri ginseng.

Jika partai tunggal pertama di Piala Uber menjadi yang paling di seru, di Piala Thomas nomor ganda pertama antara Cai Yun-Fu Haifeng melawan Lee Yong Dae-Kim Sa Rang menjadi perhatian utama. Cai-Fu nyaris dipaksa rubber oleh Lee-Kim, pasangan yang khusus dipasangkan untuk turnamen ini.
Lee-Kim nyaris memaksakan rubber set kepada Cai-Fu setelah di gim kedua, Korea meraih 3 kali game point, namun Tim China didukung penonton menang 21-16, 25-23. Pasangan Lee-Kim ini juga sukses mengalahkan pasangan senior Jonas Rassmusen-Joachim Fischer Nielsen di Semifinal Thomas Cup lalu.
Thailand pun raih Perunggu

Tim Uber Thailand menunjukkan peningkatan yang tinggi, dipunggawai tim muda, Runner Up Beregu Putri Asian Games 2010 dan Juara Beregu Putri SEA Games 2011 ini sukses ke Perempat Final dengan status Juara Grup B.
Tampil mewakili Asia sebagai penempat posisi ketiga, Tim Uber Thailand ke Wuhan dengan skuad muda, digawangi Ratchanok Intanon (17 tahun – Juara Dunia Junior 2009-2011), Porntip Buranaprasertsuk (20 tahun – Juara India Open 2011) dan Sapsiree Taerattanachai (20 tahun – Juara WS Youth Olympic 2010), ini menjadi sejarah baru dimana Thailand sukses menembus 4 besar.
Tim Thomas dan Uber Thailand yang gagal ke putaran Final di tahun 2010 lalu bangkit dengan pemain muda berbakatnya. Tim Thomas Thailand pernah menjadi Runner Up di tahun 1961, kalah dari Indonesia 3-6. Sementara pencapaian Tim Uber Thailand tahun ini diluar dugaan, padahal di tahun 2010, baik Thomas maupun Uber Thailand tak ke Putaran Final, terhenti di Kualifikasi.

Ditempatkan di Grup B, Thailand bertemu Chinese Taipei dan Belanda. Diuntungkan atas kekalahan tipis Taipei atas Belanda, Thailand menang 5-0 atas Belanda, namun kalah 2-3 dari Taipei. Thailand melaju ke Perempat Final dengan status Juara Grup.
Pengundian di Perempat Final kembali menguntungkan Thailand, mereka dipertemukan dengan Denmark. Bertemu Denmark, format WS1, WS2, WS3, WD2, WD1 dipakai oleh Thailand, memaksa ganda terkuat Denmark, Kamilla Rytter Juhl-Christinna Pedersen untuk tampil di partai terakhir. skenario itu cukup membuat Thailand percaya diri karena skuad yang ciamik di nomor tunggal. Kalah dari Tine Baun, 3 partai selanjutnya diambil Thailand, Thailand membuat sejarah ke 4 besar.
Di 4 besar, Thailand dipertemukan dengan tim kuat China. Tampil nothing to lose, Thailand kalah 0-3. Wang Yihan menang 21-18, 21-15 atas Ratchanok Intanon, Wang Xiaoli-Yu Yang menang atas Duanganong-Kunchala 21-16, 21-12 dan Porntip Buranaprasertsuk dikalahkan Wang Xin dengan 17-21, 2-21.
Last for Robertson, Gade and Alvent Yulianto

Athens Olympic silver medalist, Nathan Robertson akan mengakhiri karier di Tim Piala thomas Inggris di tahun 2012 ini. Menginjak usianya yang ke 35, Nathan yang juga Juara Dunia 2006 ini akan pensiun pasca memeriahkan Olimpiade London nanti.
Meski tak berpartisipasi sebagai pemain di Olimpiade mendatang, Robertson akan memeriahkan Bulutangkis Olimpiade, termasuk mengingatkan kepada warga Britania bahwa mereka memiliki Juara Dunia Bulutangkis. Di Olimpiade 1992 sampai 2004, tuan rumah belum memiliki perhatian yang tinggi terhadap bulutangkis, yakni Spanyol (Barcelona 1992), Amerika Serikat (Atlanta 1996), Australia (Sydney 2000) dan Yunani (Athena 2004). Sementara di tahun 2008, tontonan terhadap Bulutangkis membludak karena Olimpiade Beijing (Negara kuat Bulutangkis adalah China > mereka memiliki penduduk terbesar > perhatian terhadap bulutangkis besar > penonton bulutangkis besar > iklan juga besar).

Tahun 2012, Nathan Robertson mungkin bakal menjadi duta promosi Bulutangkis Olimpiade di London mendatang. Inggris punya sejarah bagus di Bulutangkis karena berhasil meraih 1 perak (2004) dan 1 perunggu (2000). Pencapaian di Kejuaraan Dunia 2011 lalu (Adcock-Bankier raih perak) membuat publik Wembley Arena percaya bahwa akan ada medali untuk Britania Raya tahun ini dari Bulutangkis.
Di Piala Thomas lalu, Nathan Robertson tampil bersama Chris Langridge dan memberikan perlawanan berarti kepada Muhammad Ahsan-Alvent Yulianto Candra, namun harus kalah 21-19, 12-21, 19-21 dan membuat Inggris harus angkat koper lebih dulu.

Sementara itu, Alvent Yulianto Chandra melalui account twitter nya menyatakan gantung raket setelah Piala Thomas ini. Alvent yang berpasangan dengan Luluk Hadiyanto berhasil meraih perak di Asian Games 2006. Ia menjadi anggota Tim Thomas dari tahun 2004 sampai 2012, kecuali tahun 2008. Dibesarkan di klub Jayaraya Suryanaga Surabaya, mengawali kecintaan terhadap bulutangkis di umur 10 tahun, ia memutuskan pensiun tahun ini di usia ke 31.
Pensiunnya Alvent dan Robertson tahun ini diikuti oleh pemain tunggal Denmark, Peter Gade. Gade yang tahun ini mengantarkan Tim Denmark ke Semifinal Piala Thomas akan gantung raket pasca Olimpiade. Dan Piala Thomas 2012 adalah karier terakhirnya di kejuaraan beregu putra itu.

Sepanjang karier bulutangkisnya dari 1990an sampai di tahun 2012 ini, tercatat ia pernah meraih titel Juara All England, Juara Eropa, peraih 1 medali perak dan 4 perunggu Kejuaraan Dunia, serta pernah membawa Denmark menjadi Runner Up tim Thomas di tahun 2004 dan 2006. Ia menjadi salah satu legenda bulutangkis yang masih mengayunkan raketnya hingga kini.
Ketiganya punya dedikasi yang besar terhadap bulutangkis di negaranya masing-masing. Ketika kita mendengar kata pensiun, pasti kita berharap mengenai regenerasi. ketiganya legenda, kita berharap segera ada penggantinya, meskipun pasti sulit menemukan bakat seperti mereka.
Uber Denmark sempat kerepotan lawan USA

Tim Piala Uber Denmark sempat terseok-seok di babak grup D Piala Uber melawan tim underdog Amerika Serikat. Denmark yang dipunggawai Tine Baun dan Kamilla Rytter Juhl-Christinna Pedersen harus kecolongan satu poin lewat Wang Iris.
Wang Rena takluk oleh Tine Baun, sementara USA menyamakan kedudukan lewat Wang Iris yang menang 21-19, 11-21, 21-19 melawan Karina Jorgensen. Di partai ketiga, ganda pertama antara Kamilla Ryter Juhl-Christinna Pedersen, yang sepertinya terlalu menyepelekan ganda USA, Eva Lee-Paula Lynn Obanana, harus menang lewat adu rubber 22-20, 14-21, 21-10. Pasangan USA seharusnya bisa memenangkan partai ini jika Eva-Paula dapat memenangkan set pertama.
Dua partai selanjutnya menjadi milik Denmark, Line Kjaersfield dan Maria Roepke-Line Damkjaer Kruse menang atas lawannya. Di Piala Uber, USA pernah menang di 3 turnamen pertama gelaran ini, yakni di tahun 1957, 1960 dan 1963 serta runner up di tahun 1966.
Drama Retired Srikandi Indonesia

Tim Piala Uber Indonesia yang berlaga di Wuhan seperti mendapatkan karma akibat drama retired yang dilakukan sehari sebelum laga perempat Final, yakni hari rabu. Lawan China, dua tunggal putri Indonesia memutuskan retired.
Wang Yihan yang menjamu Maria Febe di partai pertama mendapatkan sedikit perlawanan dari Febe di paruh awal set pertama, namun akhirnya Juara Dunia 2011 itu memenangkan set pertama 21-10. Di set kedua, dominasi Yihan masih terlihat, saat istirahat di interval set kedua dalam kedudukan 11-3, Febe memutuskan untuk retired.
Partai kedua mempertemukan Anneke-Nitya melawan Juara Dunia 2011 Wang Xiaoli-Yu Yang. Di set pertama, Anneke-Nitya sempat menahan 5 kali game point dari Wang-Yu, yakni dari kedudukan 20-12 sampai 20-16. Namun, dominasi Wang Xiaoli-Yu Yang membuat pertandingan berakhir straight set 21-16, 21-17.
Partai ketiga kembali diwarnai drama retired. Lindaweni Fanetri yang tampil ciamik memberikan perlawanan kepada Wang Shixian yang membuahkan kemenangan di set pertama 21-17 untuk Linda. Di set kedua, Linda tertinggal jauh 3-10 dan sempat harus jatuh saat mengembalikan bola dari Shixian. Ia pun memutuskan retired dalam kedudukan itu.
Partai paling menarik terjadi di ganda kedua, Suci Rizky Andini (World Junior No 1) yang berpasangan dengan Della Destiara Haris melawan Juara All England 2012, Tian Qing-Zhao Yunlei. Sempat game point terlebih dulu, Suci-Della kalah 22-24 di set pertama, di set kedua Suci dan Della balik menang 21-19. Di partai penentuan, Suci-Della harus harus mengakui ketangguhan mereka 15-21.
Jika Anneke-Nitya mampu bermain ketat dan memaksakan deuce melawan Tian-Zhao, Suci-Della mampu melakoni laga rubber set dan seharusnya bisa menang melawan mereka. Ini mungkin modal yang bagus ke depannya. Untuk tunggal terakhir, Bellaetrix cukup menyulitkan Li Xuerui, meski Juara All England itu yang menang 21-12, 21-18 dan melengkapi kemenangan 5-0 untuk China.
Saat down, MNCTV pilih buang muka

MNCTV yang menjadi Official Broadcaster Piala Thomas dan Uber 2012 ternyata memilih buang muka pasca kekalahan Tim Indonesia di ajang beregu paling bergengsi itu di Perempat Final.
Menayangkan laga melawan Inggris pada Selasa petang, didampingi Adi Nugroho (yang mungkin lebih baik ‘omongan’ nya), Tim Thomas Indonesia menang 4-1 dan memastikan diri ke putaran 8 besar. Sehari setelahnya, Laga Tim Thomas Indonesia melawan China terasa boring, apalagi penampilan Markis Kido-Hendra Setiawan yang berpasangan maupun tidak berpasangan, banyak sekali melakukan kesalahan. Kala itu, saya lebih memilih menonton laga Tim Uber.
Kamisnya, MNCTV menayangkan 2 kali, siang hari, Tim Thomas Indonesia melawan Jepang, meski di beberapa pertemuan sebelumnya mencatatkan kemenangan, kali ini Tim Thomas harus kalah 2-3. Di partai penentuan, Dionysius Hayom Rumbaka harus kalah 14-21, 19-21 atas Takuma Ueda, penampilannya terlihat sangat tegang dan tidak nothing to lose. lagi-lagi kekalahan lain disumbang Markis Kido-Hendra Setiawan, Taufik yang juga kalah mengaku tidak lepas bermain karena beban yang berat saat kedudukan 1-1 sekaligus penampilan lawan yang lebih ciamik, Kenichi Tago.
Di partai keempat, Perunggu Asian Games 2010, Muhammad Ahsan-Alvent Yulianto Chandra (laga terakhir Alvent) memenangkan laga melawan Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa dengan 21-17, 21-13. Simon Santoso menunjukkan bahwa ia benar-benar pantas menjadi tunggal pertama setelah menang 22-20, 21-14 atas Sho Sasaki, ini modal besar buat Simon, karena diluar Pemain Top 5, Simon bisa mengalahkan lawan-lawannya itu.

Malam harinya, gantian Tim Uber Jepang melawan Uber Indonesia. Tim yang hanya ditargetkan ke Semifinal ini harus kalah 2-3 dari Jepang yang menjadi unggulan kedua dalam turnamen ini. Di pertandingan itu, Indonesia menunjukkan semangat juang tinggi, jikalau Greysia Polii-Meiliana Jauhari bisa mengalahkan Mizuki-Reika, Tim Indonesia mungkin bisa melaju ke Semfiinal, tanpa harus membebankan pada Lindaweni Fanetri.
Firdasari yang akan tampil di Olimpiade 2012 mendatang menunjukkan bahwa ia pantas ke London, di Wuhan, ia mampu menang dari Eriko Hirose 21-13, 20-22, 21-14 padahal keadaan saat itu Indonesia tertinggal 0-2 dari Jepang. Kemenangan Firda berlanjut ke Anneke-Nitya yang mengalahkan ganda putri peringkat 7 dunia, Mami Naito-Shizuka Matsuo. Partai penentuan dilakoni Linda. Sempat menang di set pertama 21-19, Linda harus mengakui keuletan dan mental pantang menyerah dari Minatsu Mitani yang menang di dua set berikutnya 21-13, 21-17. Indonesia kalah dari Jepang.
Kekalahan dari Jepang itu, membuat minat MNCTV menyiarkan laga Bulutangkis Piala Thomas dan Uber terhenti, di laga semifinal yang seharusnya disiarkan siang harinya, Tim Uber Korea yang menjamu Jepang tidak ditayangkan, padahal itu adalah laga-laga penting menuju partai puncak. Laga Semifinal lain baik hari Kamis maupun Jumat, baik Thomas maupun Uber lagi-lagi tak ditayangkan. MNCTV benar-benar buang muka dan memilih menayangkan sinema-sinema yang menurut MNCTV menjadi ‘andalannya’. Tapi, untungnya kita bisa melihat laga Semifinal di TV-TV daerah mitra MNC Group maupun televisi berlangganan channel MNC Sport 2.

Sementara di Final hari Jumat, saya yang berharap bisa melihat di TV-TV daerah mitra MNC Group harus berpuas menyaksikan TL di twitter pecinta bulutangkis, pasalnya siaran partai Final, baik Thomas maupun Uber hanya bisa dilihat di televisi berlangganan channel MNC Sport 2, betapa mahalnya untuk nonton tayangan bulutangkis.
Apa mungkin karena ketidak ikhlasan MNCTV dalam menyiarkan pertandingan ini Tim Piala Thomas maupun Uber tidak berada di 4 besar? Tahun 2010, TransCorp yang menyiarkannya mampu membuat Tim Thomas Indonesia menjadi runner up dan Tim Uber Indonesia mencapai Semifinal, kalah oleh China.
2014 : Bukan untuk Jakarta

Turnamen bergengsi Piala Thomas dan Uber 2012 telah usai. Perkawinan Piala terjadi di China, kini seluruh dunia menatap turnamen bergengsi selanjutnya, Olimpiade dan tak lupa prospek untuk Piala Thomas dan Uber edisi selanjutnya, yakni 2014.
Dalam 10 tahun terakhir, Asia mendominasi tuan rumah Piala Thomas dan Uber 2012, yakni China (2002, 2012), Indonesia (2004, 2008), Jepang (2006) dan Malaysia (2010). Pemilihan tuan rumah untuk edisi 2014 akan dilaksanakan di sela-sela meeting dewan BWF di Kuala Lumpur, Mei tahun depan. Mengapa Mei tahun depan di KL? karena saat itu digelar perebutan piala beregu campuran, Sudirman Cup yang untuk tahun 2013 dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia.
China dipastikan tak akan menjadi tuan rumah, namun bisa dipastikan China bisa membawa kembali satu diantara Piala Thomas atau Uber, atau bahkan bisa keduanya, karena China ingin melebihi Indonesia (menjuarai 6 kali Piala Thomas) dan kembali memegang Piala Uber sebanyak 6 kali (sama seperti China di tahun 1998-2008).

Sementara jika ditanya Indonesia? hemh.. Memang Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala bergengsi ini di tahun 2012 lalu karena BWF lebih memilih Wuhan dengan spektakulernya venue Wuhan Sport Center. Tapi untuk edisi 2014, mau gak ya PBSI jadi tuan rumah? Lihat nih alasan-alasannya.
- Mungkin PBSI mau menjadi tuan rumah, karena yang pasti ingin mengembalikkan kejayaan Tim Thomas dan Uber Indonesia yang terpuruk di tahun 2012 ini.
- Di depan publik sendiri, para atlet bisa termotivasi untuk menang dan Tim lawan akan sedikit terganggu dengan suara dukungan penonton yang membahana untuk Indonesia.
- BWF mungkin akan memilih Jakarta jika benar PBSI kembali mencalonkan Jakarta (Istora) sebagai tuan rumah Piala Thomas dan Uber JIKA JAKARTA satu-satunya kota yang mencalonkan diri, mungkin jika ada kota lain yang mencalonkan diri, bukan Jakarta yang akan dipilih.
Alasan terkuat dimana Jakarta mungkin bukan atmosfer Piala Thomas dan Uber 2014 adalah Pemilu 2014. Kenangan 8 tahun lalu di Jakarta saat Piala Thomas-Uber 2004 dimana China yang berencana tak ikut gelaran ini karena ancaman terhadap skuad China (kala Pemilu langsung pertama itu).
Sebulan sebelum Piala Thomas-Uber atau pada April 2014 digelar Pemilu DPR, DPD dan DPRD. Mungkin, Piala Thomas dan Uber 2014 tak akan meriah dan sedikit sekali media yang memberitakan (seperti edisi kali ini, televisi broadcasternya aja males nayangin, apalagi yang gak dapet hak siar), pasalnya pasti televisi akan marak dengan Quick Qount Pemilu dan jika selesai, kampanye Presiden mungkin akan menyangkut para pemain Indonesia (seperti Aburizal Bakrie dan csnya yang numpang ngetrend sama Tim spesialis Perak di Sepakbola SEA Games 2011) di dunia bulutangkis, bisa parah kalo olahraga diaduk sama politik.

Eropa mungkin bisa lebih berpeluang menggelar turnamen ini, tapi sama seperti Piala Dunia FIFA, negara tuan rumah untuk Piala Thomas dan Uber harus memiliki suporter yang fanatik terhadap sepakbola.Denmark mungkin fanatik, namun sepertinya mereka tidak akan mencalonkan diri sebagai tuan rumah turnamen dua tahunan ini, pasalnya di tahun 2014, Copenhagen akan menjadi tuan rumah Kejuaran Dunia BWF 2014.
Inggris menjadi tuan rumah Piala Uber pertama tahun 1957 dan terakhir kali menjadi negara eropa Tuan Rumah Piala Thomas 1982. Inggris punya publik fanatik terhadap bulutangkis, apalagi setelah Olimpiade biasanya fanatisme terhadap bulutangkis akan bertambah, akankah Wembley Arena menjadi tuan rumah Piala Thomas-Uber? atau The National Indoor Arena Birmingham? Atau mungkin bukan Eropa? Mungkinkah ada cap bahwa Sudirman Cup dituan rumahi oleh negara non Asia, sedangkan Piala Thomas dan Uber selalu di Asia?? Kita tak tahu… kita nantikan kabar dari Kuala Lumpur, Mei tahun depan..
salam duaribuan…
