Memori Bulutangkis Olimpiade
salam duaribuan…

Bulutangkis sejak dimainkan di tahun 1992 sudah menyimpan berbagai memori berharga dalam bentuk foto maupun video yang akan dikenang. Multievent empat tahunan ini selalu dinanti, siapa peraih emas di 5 nomor bergengsi yang setiap tahun mendatangkan pemain-pemain baru.
duaribuan akan memberikan dokumentasi berharga alias foto-foto pada kancah Olimpiade dari masa ke masa. Berikut ini foto-foto yang diambil dari berbagai sumber.
BARCELONA 1992

Alan Budi Kusuma, dengan karangan bunga yang kala itu tak sebesar sekarang. Alan meraih emas setelah mengalahkan rekannya, Ardy Wiranata 15-12, 18-13.

Tang Jiuhong (kiri) dan Huang Hua (CHN), peraih perunggu Tunggal Putri di Barcelona (satu nomor membagi 2 perunggu).

Park Joo Bong/Kim Moon Soo (KOR) yang meraih emas bagi Korea di nomor Ganda Putra mengalahkan Edy Hartono/Rudy Gunawan dari Indonesia dengan skor 15-11, 15-7.
Hwang Hye Young/Chung So Young (KOR) peraih emas Ganda Putri pertama, mengalahkan Guan Weizhen/Nong Qunhua (CHN) dengan 18-16, 12-15, 15-13.

Guan Weizhen/Nong Qunhua (CHN), perak pertama China di Olimpiade

Yao Fen/Lin Yanfen (CHN), peraih perunggu Ganda Putri. Di Semifinal kalah oleh Hwang Hye Young/Chung So Young (KOR) dengan 8-15, 9-15.
ATLANTA 1996

Poul-Erik Hoyer-Larsen (DEN), masih menjadi satu-satunya pemain Eropa yang meraih emas sampai saat ini. di tahun 1996, Hoyer menang atas Dong Jiong (CHN) dengan 15-12, 15-10.

Dong Jiong, yang menangis saat hanya menerima perak di Olimpiade 1996. Di Semifinal, ia mengalahkan andalan Malaysia Rashid Sidek 15-6, 18-16.

Bang Soo Hyun membalas kekalahan atas Susi di Olimpiade 1996, Bang membawa emas setelah mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Mia Audina Tjiptawan dengan skor 11-6, 11-7.

Mia Audina yang ternyata sudah terlihat gendut ketika di Atlanta. Ia terlihat gemuk karena memang perawakannya tidak terlalu tinggi.

Ricky Subagja/Rexy Mainaky (INA) yang mengalahkan Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (MAS) di laga Gold Medal Match Double’s Men. Mereka menang 5-15, 15-13, 15-12.

Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (MAS), pasangan pertama Malaysia yang berhasil membawa medali perak.

Ge Fei/Gu Jun(CHN), menjadi pembawa emas pertama bagi China di nomor Ganda Putri, mengalahkan Gil Young-Ah & Jang Hye-Ock dari Korea dengan 15-5, 15-5. Gil Yung Ah juga mendapatkan emas di nomor Ganda Campuran.

Pelukan kemenangan Kim Dong Moon dan Gil Young Ah (KOR) yang memenangkan laga melawan rekan senegaranya, Park Joo-bong & Ra Kyung-Min dengan skor 13-15, 15-4, 15-12. Terlihat Dong Moon memeluk Young Ah. Peluh keringat Young Ah membuat bajunya terlihat transparan, sangat jelas terlihat beha yang dikenakannya. Mereka menjadi peraih emas Ganda Campuran pertama, karena di tahun 1992 nomor ini belum dipertandingkan.
SYDNEY 2000

Ji Xinpeng (CHN) mengalahkan Hendrawan (INA) dengan skor 15-4, 15-13 di laga Gold Medal Match MS di Sydney. Di Olimpiade ini, China meraih 4 emas, 1 perak dan 3 perunggu.

Ji Xinpeng berfoto bersama Hendrawan (perak) dan Xia Xuanze asal China (perunggu).

Mulai tahun ini, China sudah mendominasi nomor Tunggal Putri. Terbukti Ye Zhaoying (kanan) nampak mengalah di Semifinal Olimpiade melawan Gong Zhicao (tengah) yang meraih emas Olimpiade mengalahkan Camila Martin (kiri) dengan skor 13-10, 11-3.


Disiarkan oleh RCTI, Candra Wijaya/Tony Gunawan (masih berbendera Indonesia) berhasil meneruskan tradisi emas Olimpiade pasca menundukkan Lee Dong So-Yoo Yong Sung dari Korea 15-10, 9-15, 15-7.

Di nomor Ganda Putri juga, China sudah dapat melakukan All Chinese Final, kali ini mempertemukan Ge Fei & Gu Jun (CHN) dengan Huang Nanyan & Yang Wei. Ge/Gu menang 15-5, 15-5.

Zhang Jun & Gao Ling (CHN) meraih emas Ganda Campuran setelah menumbangkan Tri Kusharyanto & Minarti Timur (INA) dengan skor 1-15, 15-13, 15-11.

Setelah sepuluh tahun, gambar diatas adalah Zhang Jun yang beralih profesi sebagai pelatih Timnas China. Bersama Gao Ling, ia total meraih 2 medali emas Olimpiade di tahun 2000 dan 2004.
ATHENS 2004

Tumbangnya Lin Dan di babak pertama menjadi keuntungan bagi Taufik Hidayat yang mengalahkan Shon Seung Mo (KOR) dengan menang 15-8, 15-7. Taufik menjadi sangat fenomenal pasca kemenangannya itu, backhand ajaibnya menjadi salah satu populer kala itu.

Zhang Ning & Zhou Mi, terlibat konflik atas instruksi Li Yongbo yang memerintahkan Zhou Mi untuk mengalah atas Zhang Ning di Semifinal Olimpiade 2004. Zhang Ning meraih emas setelah menang atas Mia Audina Tjiptawan yang berbendera Belanda 8-11, 11-6, 11-7.

Ha/Kim (bukan Ha Jung Eun-Kim Min Jung, tapi Ha Tae Kwo-Kim Dong Moon) menjadi MD Gold Medalist setelah menang di All Korean Gol Medal Match atas Lee Dong Soo-Yoo Yong Sung dengan skor 15-11, 15-4. Terlihat sedikit, di bagian kiri ada Eng Hian yang berpasangan dengan Flandy Limpele meraih perunggu.

Zhang Jiewen/Yang Wei menuntaskan laga All Chinese Gold Medal Match atas Gao Ling/Huang Sui dengan skor 7-15, 15-4, 15-8.

Kali kedua Zhang Jun/Gao Ling meraih emas Olimpiade. Kali ini, mereka mengalahkan Nathan Robertson/Gail Emms dari Britania dengan skor 15-1, 12-15, 15-12.
BEIJING 2008

Lee Yong Dae-Lee Hyo Jung yang baru mengalahkan Nathan Robertson/Gail Emms dengan skor 21-19, 21-12.

Lee Yong Dae terlihat melayang dan tidak menyentuh karpet lapangan.

Gail Emms, salah satu playmaker terbaik Eropa. Bersama Nathan Robertson, mereka mengalahkan Zheng Bo/Gao Ling dengan skor 21-19, 16-21, 21-19 di Round of 16.

Namun kemenangan atas unggulan kedua itu tak membuat mereka melaju dengan mudah, mereka kalah atas Lee Yong Dae-Lee Hyo Jung di Kuarterfinal dengan skor 19-21, 12-21.

Di tahun 2012, Britania Raya menjadi tuan rumah Olimpiade, akankah asa Britania lewat pasangan Chris Adcock/Imogen Bankier meraih medali di depan publik sendiri?

Flandy Limpele/Vita Marissa hanya meraih Semifinalis setelah kalah di Semifinal atas Lee Hyo Jung-Lee Yong Dae dan di Bronze Medal Match atas He Hanbin/Yu Yang.

Nova Widianto dan Lilyana Natsir harus puas dengan perak setelah kalah dramatis di Final, mereka layaknya pemain yang baru memakai raket, banyak melakukan kesalahan sendiri, padahal di Semifinal, mereka sudah bersusah payah menundukkan He Hanbin/Yu Yang.

Victory ceremony of Lee Hyo Jung-Lee Yong Dae

Peace ala Chen Jin

Lin Dan menang di Gold Medal Match atas Lee Chong Wei dengan skor 21-12, 21-8.

Lempar sepatu menjadi salah satu seremonialnya di Olimpiade Beijing…

Victory ceremony of Lin Dan

Lee Chong Wei harus puas meraih perak setelah dikalahkan tragis Lin Dan. Syndroma Olimpiade ini bahkan sempat dirasakannya saat turnamen pasca Olimpiade.

Olympic jersey of Chinese men’s badminton team

Olympic jersey of Chinese women’s badminton team

Mengalahkan Xie Xingfang di Final WS dengan skor 21-12, 10-21, 21-18, ini emas kedua bagi Zhang Ning di Olimpiade.

Tangisan Zhang Ning setelah meraih emas keduanya di ajang paling bergengsi, Bulutangkis di Olimpiade.

Maria Kristin Yulianti meraih perunggu, medali keempat bagi nomor Tunggal Putri.

Hwang Ji Man/Lee Jae Jin meraih perunggu setelah menang di laga Bronze Medal Match atas Lars Paaske/Jonas Rassmusen dengan skor 13-21, 21-18, 21-17. Lee Jae Jin terlihat seperti anak dengan gangguan mental (terlihat dari wajahnya,seperti wajah penyandang cacat mental)

Victory ceremony of MD Olympic 2008.. Fu Haifeng memegang kepala Markis Kido.

Lin Dan di Laureus World Sports Awards 2011 saat Red carpet…

Lin Dan menjadi salah satu wakil bulutangkis yang diundang ke ajang penghargaan olahraga terbesar itu… Semenjak melengkapi gelarnya di dunia bulutangkis, ia pun banyak dinilai sebagai sosok penting dalam olahraga dunia.
Itulah berbagai memori Olimpiade dari masa ke masa..
salam duaribuan…
