LYD dan Butet
salam duaribuan…

Bicara soal dua pebulutangkis ini, pantas lah kalau mereka disebut sebagai seorang playmaker handal di depan net, samberan dan netting mereka membuat di setiap pertandingan, mereka menjadi sosok yang diperhitungkan. Namun, ada cerita dimana kedua pebulutangkis ini memiliki persamaan di tahun ini.
Salah satu persamaan mereka yang paling menonjol adalah mendapatkan pasangan baru di sektor ganda campuran. Lee Yong Dae berpasangan dengan Ha Jung Eun, sedangkan Butet berpasangan dengan Tontowi Ahmad.
Pasca menyabet emas Olimpiade bersama Lee Hyo Jung, duet ganda campuran ini hanya meraih gelar Swiss Open 2010. Di Asian Games, Lee Hyo Jung pun dipasangkan dengan Shin Baek Cheol, sedangkan Lee Yong Dae fokus di Ganda Putra bersama Jung Jae Sung dan mendapatkan perunggu di nomor Ganda Putra. Di tahun 2011, ia pun dipasangkan dengan Ha Jung Eun dan meraih gelar US Open GPG 2011. Namun, sayangnya duet ini kalah saing dibandingkan saat Lee berpasangan dengan Lee Hyo Jung. Lee Yong Dae pernah berpasangan dengan Ha Jung Eun di tahun 2005, dimana saat itu Lee Hyo Jung dipasangkan dengan Lee Jae Jin di XD.
Sedangkan Lilyana Natsir, setelah Olimpiade 2008 dan hanya meraih perak, usia Nova yang tidak di masa emasnya membuat pelatih di Pelatnas Cipayung mencoba menggantikan posisi Nova dengan pebulutangkis lain, padahal saat itu jelang Asian Games 2010. Dengan Devin Lahardi, Butet langsung juara. Namun, duet ini pun bubar di tahun yang sama. Tontowi Ahmad pun dipilih, mereka langsung menyabet banyak gelar juara, termasuk All England dan Swiss Open 2012 kemarin.
Saling tanding

Pertemuan dua pebulutangkis beda negara ini cukup sering terjadi. Tercatat pertemuan pertama mereka terjadi di Singapore Open 2005, kala itu Lilyana Natsir dan Nova Widianto berhasil mengalahkan Lee Yong Dae/Ha Jung Eun dengan skor 15-8, 15-3 di babak kedua. Mereka kembali di pertemukan di Bulan September di Djarum Indonesia Open, dimana Nova/Butet menang kembali 15-5, 15-4 di kuarterfinal. Setahun kemudian, di Chinese Taipei Open 2006, Nova Widianto/Lilyana Natsir bertemu dengan Lee Yong Dae/Hwang Yu Mi di babak Semifinal dan dimenangkan Nova/Butet 21-12, 21-11.
Bersama Lee Hyo Jung, tercatat Nova Widianto/Lilyana Natsir sering dibuat kelabakan, termasuk di Final Olimpiade Beijing 2008. Pertemuan pertama Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung terjadi di Malaysia Open 2008, diunggulkan sebagai unggulan kedua, Nova/Butet keok 19-21, 21-23 di perempat Final. Selanjutnya di Korea Open dan Olimpiade 2008, Nova/Butet masih kalah dari duo Lee.
Kekalahan telak di Olimpiade 11-21, 17-21 membuat Nova/Butet membalas di Malaysia Open 2009, Nova/Butet menang 21-14, 21-19 namun kembali kalah di Semifinal Sudirman Cup 2009. Pertemuan terakhir kedua pasangan ini terjadi di Semifinal All England 2008, dimana Nova/Butet menang 21-16, 18-21, 21-8.

Dengan pasangan baru, Tontowi Ahmad, Butet menghajar duo Lee di Chinese Taipei GPG 2010 dengan skor 13-21, 21-11, 21-10. Setelah Lee Yong Dae kembali berpasangan dengan Ha Jung Eun, Tontowi/Lilyana sudah 6 kali bertemu, termasuk di India Open SS kemarin.
Dari 6 pertemuan itu, Tontowi/Lilyana unggul 4-2 atas Lee Yong Dae/Ha Jung Eun. Berikut H2H kedua pasangan itu.
- Kuarterfinal Singapore Open 2011 : Tontowi/Lilyana bt Lee/Ha (21-14, 21-16)
- Round 1 Indonesia Open 2011 : Tontowi/Lilyana bt Lee/Ha (21-17, 21-14)
- Semifinal Chinese Taipei Open 2011 : Tontowi/Lilyana bt Lee/Ha (21-12, 21-16)
- Round 1 Denmark Open 2011 : Lee/Ha bt Tontowi/Lilyana (21-15, 12-21, 21-17)
- Kuarterfinal Korea Open 2012 : Lee/Ha bt Tontowi/Lilyana (21-16, 15-21, 21-16)
- Semifinal India Open 2012 : Tontowi/Lilyana bt Lee/Ha (21-7, 21-14)
Pokoknya, pertemuan Lilyana Natsir dan Lee Yong Dae selalu menjadi pembicaraan, dilema antara mendukung negeri sendiri (Indonesia) atau mendukung pangeran tampan negeri ginseng (LYD – red).
Gosip LYD-Butet

Ngomong-ngomong soal ini, Lee Yong Dae memang sering dijodoh-jodohkan dengan Lilyana Natsir. Hal ini didukung dengan statement LYD yang pernah mengatakan bahwa ia menyukai cewek tomboy (termasuk Lilyana Natsir – red).
Bahkan Yong dae pun sudah pernah mengatakan bahwa Butet itu manis dan hebat. Meski lebih tua 3 tahun, namun wajah butet yang awet muda membuat ia masih pantas buat LYD. Target nikah Butet sekitar 4 tahun lagi di usianya yang ke 30.

Lee Yong Dae sendiri pernah dekat dengan artis anggota SNSD, Yoona. Dari sebuah sumber, saat LYD mengikuti acara dokumenter “72 Hours With The Beijing Olympics” yang disiarkan di KBS 1TV pada 2008, saat itu Lee Yong Dae pulang ke keluarganya di Junnam.
Di dalam mobil, Lee Yong Dae berkata “Kemarin aku harus melakukan siaran, dan aku dapat bertemu dengan penyanyi terfavoritku, YoonA SNSD” dan “Ketika aku ditanya kenapa aku berada di event tersebut, aku menjawab supaya Yoona dapat melihatku.”
Selanjutnya, ia berkata “Aku seharusnya menanyakan nomor telepon Yoona tetapi aku tidak bisa menanyainya,” menunjukkan rasa penyesalannya yang cukup besar. Kakak laki – laki Yong Dae menanyainya “Kenapa hanya nomor telponnya saja kamu tidak bisa menanyainya?” dan Lee Yong Dae dengan menyesal berkata “Ada banyak pelatih dan atlit di seikitarku dan pertemuannya berjalan singkat. Dan aku tidak berani menanyakannya.” (mental ciut ya bro…).
Ketika kakaknya berkata “Tanyalah sekali lagi”, ia menjawab “Kesempatannya sudah berlalu. Bagaimana bisa aku mencarinya dan menanyainya sekarang?”.

Meskipun sudah sangat lama, namun cantik dan sifat tomboy dari Yoona lah yang membuat LYD menyukai penyanyi Korea itu. Soal Butet, ia sendiri mengakui di acara Hitam Putih bahwa ia tidak menginginkan pacaran dengan sesama atlet bulutangkis (takut bosen, kesempatan LYD hilang deh – red). But, gosip kedekatan keduanya ini masih sebatas buatan para pecinta bulutangkis Indonesia.
Hoki HJE-LYD-Butet-Owi

Masih ingatkah bagaimana LYD meraih emas Olimpiade menyingkirkan unggulan pertama, Nova Widianto/Lilyana Natsir di Final dengan skor telak 21-11, 21-17 itu. Masih berfisik sangat muda, smash-smash keras dari LYD gagal dibalas oleh kedua pasangan Indonesia.
Namun, tak ingatkah anda, di tahun 2008 lalu, kaos kaki yang dipakai oleh Lee Hyo Jung adalah kaos kaki dengan warna berbeda. di sisi sebelah kanan menggunakan kaos kaki warna putih sedangkan kaki kirinya menggunakan kaos kaki warna hitam. Entah karena dinginnya arena itu (padahal saat itu Olimpiade Musim Panas) atau memang sengaja untuk hoki. Yang penting, kala itu mereka menang dan mendapatkan medali emas di nomor ganda campuran.

Atau saat dimana anda mengenai hoki gigi kelinci dari Tontowi Ahmad. Saat ia tersenyum, dua gigi seri atasnya terlihat, seperti gambar di bawah ini. Hoki gigi serinya ini yang membuat silau mata lawannya mungkin ya…

Tampang LYD ini juga menjadi hoki tersendiri bagi atlet yang berhadapan dengannya. contoh saja lawannya yang pria pasti akan teriri-iri dengan wajah LYD yang tak tampak seorang atlet, sedangkan atlet wanita pasti akan terpesona, gugup atau grogi ketika berhadapan dengan LYD.


Sedangkan Butet sendiri, tomboy dan humoris namun cantik menjadi satu paket dari Lilyana Natsir. Cewek Manado ini tersohor di Ganda Campuran yang saat ini menjadi nomor utama yang digelutinya. Berbeda dengan LYD yang memilih 2 nomor, Ganda Putra maupun Ganda Campuran, meskipun ternyata prioritasnya adalah di Ganda Putra yang menurutnya lebih menantang.
Atau anda melihat gaya rambut dan kutex yang dipakai oleh Ha Jung Eun. Di Final Korea Open 2012 lalu, tangan HJE berhias kutex warna ungu, senada dengan pakaian yang dikenakannya bersama Lee Yong Dae.

Di Olimpiade 2008, keduanya bersinar di bawah nomor Ganda Campuran (Butet & LYD -red). Mereka sampai di babak Final. Ditempatkan sebagai unggulan pertama, Nova/Butet tidak kesulitan mencapai Final, sementara sang lawan, LYD/LHJ mendapat keuntungan atas kekalahan unggulan kedua, Zheng Bo/Gao Ling atas Nathan Robertson/Gail Emms di babak pertama. LYD/HJE pun mengalahkan Nathan/Emms dengan skor 21-19, 21-12 di Kuarterfinal. Flandy/Vita yang menjadi unggulan ketiga pun dikalahkan 9-21, 21-12, 17-21 di Semifinal.
Di Final, LYD/LHJ menang 21-11, 21-17 atas Nova Widianto/Lilyana Natsir, sehingga Nova/Butet terpaksa finish sebagai silver medalist. sementara di nomor ganda, kedua pasangan ini keok di babak awal.
Di nomor ganda putra, Lee Yong Dae berpasangan dengan Jung Jae Sung kalah dari Lars Paaske/Jonas Rassmusen asal Denmark dengan skor 16-21, 19-21 di babak pertama, sementara Lilyana Natsir berpasangan dengan Vita Marissa kalah 19-21, 15-21 dari unggulan pertama, Yang Wei/Zhang Jiewen asal China.
Forehand Drive kanan belakang LCW jadi kelemahannya

Pernahkah anda menganalisa permainan dari pebulutangkis nomor 1 dunia, Lee Chong Wei. Dia adalah satu-satunya pebulutangkis yang kini jarang bisa ditaklukkan, kecuali oleh Lin Dan.
Namun, saya menemukan fakta menarik dari LCW. Ia sempurna hampir dalam berbagai teknik bulutangkis, mulai dari smash keras, netting tipis, kecepatan drive sampai kekuatan dan stamina. Namun berdasarkan analisa kekalahan di World Championship 2011 lalu, LCW ternyata punya kelemahan di bagian sisi kanan belakang, dua poin kemenangan Lin Dan diraih lewat kegagalan forehand drive dari sisi kanan belakang LCW.
Coba lihat Final World Championship 2011. Sempat match poin 20-19, 21-20, Lin Dan pun mensmash pengembalian LCW dan terjadi kedudukan 21-21. Lin Dan pun mengarahkan kok ke sisi kanan belakang LCW yang harus dikembalikannya lewat drive, namun dua kali juga LCW gagal karena menyangkut di net, hingga LCW pun harus menerima kalah dari rivalnya itu.

![]()

Ini mungkin bisa menjad penilaian tersendiri bagi pebulutangkis Indonesia, pasalnya di tahun 2011 saja, LCW hanya kalah dari dua pebulutangkis asal China, Chen Long dan Lin Dan.
Di Wembley Arena itu, terlihat LCW sangat kecewa, terlihat dari penyesalannya saat penyerahan medali perak. Sementara Lin Dan dengan seremonial kemenangannya, melemparkan baju basah keringatnya hasil pertandingan, serta dua buah sepatu yang tersimpan di tasnya.
Tontowi/Lilyana perlu waspada
![]()
Pasangan Ganda campuran teratas Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir perlu waspada. Pasalnya, pebulutangkis Indonesia itu sering mendapat pujian atas kemenangannya di dua turnamen terakhir, All England dan Swiss Open. Hal itu bisa menjadi motivasi sekaligus tekanan tersendiri untuk menang di Olimpiade.
Namun, kemenangan itu belum membuktikan bahwa mereka bisa meraih emas Olimpiade, pasalnya ganda-ganda terkuat belum mereka temui, termasuk Ganda China, ZZ dan Xu/Ma serta Ganda Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.
Kemungkinan, mereka akan dipertemukan di Jakarta saat gelaran Djarum Indonesia Open. Didukung tuan rumah, semoga mereka kembali menyegarkan publik bulutangkis akan gelar Indonesia Open. Jika mereka kalah atas pasangan-pasangan unggulan, persepsi ketidakoptimisan akan medali kemungkinan akan kembali muncul, jadi, lebih baik kita jangan banyak berharap, biarkan mereka menunjukkan kemampuan mereka atas ganda papan atas, jika menang, baru boleh optimis.
Kemungkinan di India Open, mereka akan kembali meraih hattrick gelar juara setelah All England dan Swiss Open, karena lawannya di Final adalah Sudket Prapakamol/Saralee Thongthoungkam yang dikalahkannya di Swiss Open 2012 lalu.
salam duaribuan…

Aku suka Lilyana Natsir, dan dia bisa di samakan reputasinya dengan legenda china, Gao Ling.
aq suka butet so much…
aq berdoa semoga butet jodoh sama LYD opaa…
cook bnget mereka ber dua… sama2 sipit, and unyu2…