Simon cedera, Lampu Kuning Tim Thomas Indonesia

salam duaribuan…

Setelah membawa Tim Garuda merajai Piala Axiata pekan kemarin, Simon Santoso yang berlaga di gelaran Kejuaraan Asia 2012 memutuskan mengundurkan diri karena didera cedera. Tunggal Putra terbaik Indonesia ini menjadi orang ketiga yang mundur dari Kejuaraan Asia 2012 setelah Tommy Sugiarto dan Taufik Hidayat. Mundurnya Simon karena cedera menjadi lampu kuning tersendiri jelang Piala Thomas.

Sempat kelelahan di All England dan cedera saat melawan Daren Liew di Putaran Kualifikasi Thomas Cup Zona Asia 2012 lalu, kini Simon kembali terkena cedera, yakni cedera otot perut.

Simon yang pada hari Rabu ini dijadwalkan bertemu dengan pebulutangkis Tiongkok, Gao Huan yang kemarin membuat kejutan menyingkirkan Chan Yan Kit dari Hongkong, akhirnya memutuskan mundur.

Menurut penuturannya, Simon sudah merasakan sakit sewaktu Axiata Cup lalu dan sempat dirasakannya kembali selasa kemarin saat melawan Sameer Verma dari India di babak pertama. Meskipun merasakan sakit, Simon tetap menang atas Tunggal India itu 21-19, 21-14. Sakit itu semakin dirasakan Simon terutama saat melakukan pukulan smash. Simon akan kembali ke Jakarta besok pagi untuk melakukan sejumlah pengobatan pada cederanya.

Mundurnya Simon kali ini membuat Simon tak bisa menaikkan Rankingnya, padahal Simon mengincar posisi 5 besar, seperti yang pernah ia dapatkan beberapa waktu lalu. Cedera ini juga membuatnya harus berpikir dua kali untuk mengikuti Kejuaraan India Open Superseries 2012 pekan depan yang menjadi ajang terakhir sebelum penutupan poin Olimpiade London 2012.

Menurut Simon, ia akan melihat perkembangan cedera otot perutnya terlebih dahulu, jika memungkinkan ia akan mengikuti India Open SS 2012, namun jika tidak ia akan fokus untuk penyembuhan. Di India Open, Simon ditempatkan di poll atas sebagai unggulan keenam dan bertemu Hans Kristian Vithingus dari Denmark di babak pertama, serta kemungkinan akan bertemu Sho Sasaki di Kuarterfinal.

Lampu Kuning Tim Thomas Indonesia

Muka lama sepertinya masih akan mendominasi Tim Thomas Indonesia yang akan berlaga di Wuhan, China, kurang dari satu bulan ke depan. Termasuk Simon Santoso, yang kini sepertinya akan menjadi ‘Kapten’ bagi Tim Thomas Indonesia mendatang. Dideranya cedera otot perut ini sepertinya bakal mengganggu Tim Thomas Indonesia yang harus satu grup dengan Inggris dan China di Grup A.

Regenerasi Tunggal Putra sepertinya mulus di awal millenium. Taufik Hidayat menjadi punggawa pertama Tim Thomas di tahun 2006, ganti Sony Dwi Kuncoro ganti menjadi tunggal pertama Thomas Indonesia di tahun 2008. Taufik balik menjadi tunggal pertama di tahun 2010, dan untuk edisi 2012, Simon sepertinya ditantang menjadi tunggal pertama. posisi tunggal pertama ini sangat vital, karena mental pemain selanjutnya tergantung dari poin yang didapat oleh tunggal pertama. Inilah yang menjadi lampu kuning bagi Tim Thomas Indonesia. Dengan cederanya Simon, baguskah performanya di Piala Thomas mendatang?

Kita tentu tidak ingin cerita yang menimpa Maria Kristin maupun Sony Dwi Kuncoro menimpa peraih emas SEA Games 2011 ini, lebih baik ia fokus terhadap penyembuhan cederanya, sampai pada saatnya ia came back dengan perfoma maksimal.

Selain kekhawatiran tidak bagusnya perfoma Tim Thomas, 2 turnamen sisa ini akan menentukan posisi atau unggulan dari pemain yang akan berlaga di Olimpiade. Jika Simon finish di posisi 9, peluangnya menuju Semifinal Olimpiade semakin menutup, pasalnya kemungkinan ia akan dipertemukan dengan unggulan lain di babak Grup atau Perempat Final. Setidaknya, ia harus bisa mendapatkan posisi di 8 besar Ranking BWF untuk mengamankan posisinya di Perempat Final.

Tersisa Hayom

Mundurnya Simon menyisakan satu wakil Indonesia di tunggal Putra Kejuaraan Asia 2012, yakni Dionysius Hayom Rumbaka yang pada hari ini akan melawan Suppanyu Avihingsanon dari Thailand. Hayom melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan Artur Niyazov dari Kazakhstan dengan skor telak 21-10, 21-8 di babak pertama. Jika menang, ia sudah ditunggu unggulan kedua, Chen Long di babak ketiga esok.

Selain Simon, dua pebulutangkis tunggal putra lain, yakni Tommy Sugiarto dan Taufik Hidayat memutuskan mundur dari turnamen yang digelar di Qingdao ini. Menurut penuturan sang istri lewat jejaring sosial, Taufik Hidayat mundur karena akan fokus di Kejuaraan Superseries India Open mendatang. Di India Open, Taufik yang diunggulkan di tempat ketujuh bertemu dengan pemain Hongkong, Yun Hu.

Sementara itu, Tommy Sugiarto juga mengundurkan diri. Alasannya belum tahu, namun sepertinya setelah Final Axiata Cup, Tommy dapat ‘wejangan’ dari sang Ayah atas perfomanya yang tidak bagus saat melawan Simon.

Melihat Taufik laksanakan menonton indahnya Bulutangkis


Taufik Hidayat selalu menyeimbangkan antara prestasi dan kritikan terhadap pemerintah. Salah satu legenda hidup yang masih bermain ini akhir-akhir ini menunjukkan grafik penanjakan permainan. Semakin tua, ia laksana selebriti lapangan yang makin atraktif.

Melihat Taufik Hidayat, kita serasa dibawa permainan atraktif, backhand ajaibnya itu dipelajari hampir seluruh kalangan, termasuk Lin Dan. Atraksinya saat Final leg pertama Axiata Cup, dimana Taufik mengembalikan bola yang dinyatakan fault oleh wasit karena raketnya menyentuh net saat kedudukan 20-20. Ia menunjukkan kekecewaannya dengan melempar raketnya keatas dan melakukan protes yang tidak digubris, bahkan sempat ia diganjar kartu kuning.

Kelakuan Taufik itu saat ditanya, ternyata ia hanya bercanda agar pertandingan tidak terlalu kaku dan bisa menghibur penonton. Selain itu, Taufik mengungkapkan bahwa ia juga bermaksud untuk memotivasi Hayom agar tidak mau kalah dari Jawara Olimpiade 2004 itu.

Bahkan di leg kedua saat melawan Shesar Hiren Rhustavito, Taufik mengaku ‘belum mengeluarkan seluruh kemampuannya’. Ini yang menjadi penyesalan Taufik karena sebenarnya Taufik berharap Shesar bisa memberikan perlawanan yang berarti. Kekalahan itu hanya ditimpali Shesar dengan komentar bahwa ia sering kehilangan konsentrasi.

Saat memenangkan pertandingan, tak lupa ia melempar beberapa buah pakaian ke area penonton. Serta ekspresi kemenangan khas anak muda diperlihatkannya ke kamera. Menurut siapapun pecinta bulutangkis pasti yang teringat dari permainan Taufik adalah backhand nya. Its so wonderfull, decak kagum yang pasti dibicarakan komentator. Hingga saat ini, rekor backhand smash tercepat masih dipegang Taufik dengan kecepatan 260 km/jam.

Bahkan, pasti kalian belum tahu yang namanya “Jumping Backhand Smash”, yap smash backhand dengan meloncat. Inilah wonderfull backhand yang diciptakan oleh Taufik Hidayat. Seperti diketahui, pukulan backhand pasti tidak terduga jatuhnya bola.

Taufik menciptakan era baru setelah ‘King Smash’ yang mendunia dengan jumpingnya, kini ‘Wonderfull Hidayat Backhand” menjadi salah satu tinggalannya terhadap bulutangkis dunia. Berbeda dengan Lin Dan atau Lee Chong Wei yang hanya bisa meninggalkan ribuan gelar yang pasti akan tenggelam dimakan zaman. Saya cuma butuh satu hal dari Taufik, setelah pensiun, ajari dulu adik-adikmu dengan backhand indahmu itu, barulah pergi ke jiran yang pasti akan mengundangmu.

Kombinasi Angga-Ryan ‘sempurna’

Sukses menjungkalkan pasangan terbaik Korea di Indonesia Open lalu, selain membuat kekecewaan besar karena Lee Yong Dae harus pulang lebih cepat, publik bulutangkis Indonesia lega karena Pelatnas sudah punya ganda putra dibelakang Muhammad Ahsan/Bona Septano.

Kombinasi ini diakui pelatih merupakan perpaduan Yin dan Yang yang sempurna. Meskipun kalah straight set dari Markis/Hendra di Final leg pertama Axiata Cup lalu, Semifinalis Australia Open ini menunjukkan permainan yang cantik. Disebut Yin dan Yang karena tipe permainan mereka yang jauh berbeda, Angga dengan tipe cepat dan Ryan yang tipe lambat.

Tipe ini yang membuat Angga dipasangkan dengan Alvent Yulianto karena melihat bahwa permainan lawan, Muhammad Ahsan/Bona Septano memiliki tipe bola cepat. Ganda yang dilatih Sigit Pamungkas ini menduduki Ranking 16 BWF per 12 April 2012 dan naik 2 tingkat dari Ranking 5 April lalu. Mereka menjadi Ganda nomor empat terbaik di Indonesia dan mungkin bisa bergabung dengan Tim Thomas Indonesia untuk edisi 2012 ini.

Pada Kejuaraan Asia hari ini, mereka mengalahkan pasangan pasangan Mongolia Erdenebayar Enkhbold/Zolzaya Munkhbaatar dengan skor telak 21-9, 21-6. Ganda Indonesia lain, Alvent Yulianto/Hendra Aprida mengalahkan Ganda Malaysia Thien How Hoon/wee Kiong Tan dengan skor 12-21, 21-18, 21-15. Kemenangan kedua pasangan ini gagal diikuti debutan Kejuaraan Asia, Yohanes Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan yang dikalahkan Fang Chiech Min/Lee Sheng Mu dengan skor 14-21, 20-22.

He Hanbin/Bao Yixin kalah

Setelah dilepas dari Yu Yang, He Hanbin tak ada prestasi membanggakan. Dipasangkan dengan pasangan muda, Bao Yixin, saat ini mereka menduduki Ranking 14 BWF dan menjadi Ganda nomor 3 terkuat dari China.

Di Kejuaraan Asia yang digelar di Qingdao, Pasangan Ganda Campuran ini kalah dari Pasangan Taipei Lee Sheng Mu/Chien Yu Chien dengan skor 15-21, 21-17, 18-21. Padahal, Lee Sheng Mu/Chien Yu Chien hanya menduduki Ranking 24 BWF.

Kekalahan ini menjadi sinyal buruk regenerasi bulutangkis Ganda Campuran bagi China. Di nomor ini, China pernah mendulang sukses lewat Zheng Bo/Gao Ling, Zhang Jun/Gao Ling dan He Hanbin/Yu Yang. setelah berakhirnya duet mereka, muncul Zhang Nan/Zhao Yunlei dan Xu Chen/Ma Jin yang prestasinya masih bisa disejajari Pebulutangkis negara lain.

Indonesia sendiri punya Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, Ganda Campuran Ranking 3 Dunia. Dibelakangnya, Muhammad Rijal/Debby Susanto yang di Kejuaraan Asia menjadi unggulan 7. Di babak pertama, Rijal/Debby sukses mengalahkan Artyom Savatyugin/Surayyo Ahmadjonova dari Uzbekistan dengan skor 21-4, 21-6.

Asa juang Greysia/Meiliana di Olimpiade

Pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari tak bisa berbuat banyak di Kejuaraan Asia 2012. Mereka harus tersingkir dari Ganda Korea, Jung Kyung Eun/Kim Ha Na dengan skor 11-21, 21-19, 17-21. Inilah yang menjadi kekhawatiran Indonesia mengingat kurang dari 100 hari lagi adalah gelaran Olimpiade London.

Setelah bubarnya Lilyana Natsir/Vita Marissa di tahun 2009, Indonesia bernapas lega karena memiliki 2 ganda Putri di Top 10, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari. Di Piala Uber, mereka dikombinasikan, salah satunya Meiliana Jauhari dengan Greysia Polii. Duel ini sukses menjungkalkan Ha Jung Eun/Kim Min Jung dari Korea di Babak Kualifikasi Uber Zona Asia tahun 2010 lalu.

Ganda Putri ini akhirnya melanjutkan dominasi hingga pernah menjadi Semifinal di level Superseries. Duet ini berhasil merangsek masuk ke Top 5 di tahun 2011 lalu. Akhirnya, Vita Marissa/Lilyana Natsir punya pengganti yang mumpuni. Itu ekspektasi awal.

Melihat perjalanan karier mereka, serta penuturan dari Greysia Polii, dia melihat faktor usia Meiliana Jauhari yang tidak muda lagi membuat Greys harus bekerja keras mencover lapangan belakang dan Meiliana stand by di depan net. Runner Up Chinese Taipei 2011 lalu menjadi gelar terbaik mereka selama dipasangkan.

Menatapkan Olimpiade 2012, Meiliana/Greysia menjadi tumpuan bagi Indonesia. Namun, ternyata di beberapa turnamen, mereka kalah di awal, padahal mereka menjadi Unggulan di turnamen itu. Alhasil, Rank 5 mereka melorot ke posisi 9. Dibelakangnya, Vita Marissa/Nadya Melati dan Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari belum menunjukkan perfoma baik, mereka juga sering kalah di babak awal.

Di Olimpiade, Ganda Putri Indonesia tak punya catatan medali. Meskipun sering memiliki Ganda di Top 10, Indonesia belum memiliki Ganda Putri yang mumpuni meraih medali. Di tahun 2008, Lilyana Natsir/Vita Marissa yang mampu menyaingi Ganda China gagal mempersembahkan medali setelah terlantar di Round 1 dari Yang Wei/Zhang Jiewen dari China, kemungkinan karena mereka bermain di dua nomor. Di Olimpiade 2012, Meiliana Jauhari/Greysia Polii yang menjadi harapan Indonesia, bisakah mempersembahkan medali? Kita berharap saja.

‘debutan’ China berbahaya

Putra-putra debutan China di Kejuaraan Asia 2012 sangat berbahaya. Di Babak awal, mereka yang banyak berasal dari Kualifikasi berhasil melibas Tunggal-tunggal yang sudah punya nama di kancah internasional. Gambar diatas, Li Gen, hanya satu dari puluhan generasi bulutangkis Muda China yang bagus.

Berikut ini para debutan China yang sudah mengejutkan di Kejuaraan Asia 2012 sampai Rabu ini.

  • MS : Zhou Wenlong mengalahkan Takuma Ueda dari Jepang dengan skor 21-16, 22-20.
  • WS : Wang Lin yang sudah pulih cedera kembali melibas Tunggal terkuat Korea, Sung Ji Hyun dengan skor telak 21-12, 21-13.
  • MS : Chen Yuekun berhasil mengalahkan Unggulan 10, Shon Wan Ho dari Korea dengan skor 21-18, 21-12.
  • MS : Huan Gao berhasil mengalahkan Tunggal Hongkong, Chan Yan Kit dengan skor 21-17, 21-9. Huan Gao akan bertemu Chen Yuekun di Round 3.

Karina Jorgensen kalah

Pebulutangkis Denmark berkulit keling, Karina Jorgensen yang memiliki Ranking 49 BWF dikalahkan pebulutangkis Rusia, Anastasia Prokopenko dengan straight set 15-21, 12-21. Ini menjadi lampu kuning bagi Tim Uber Denmark, pasalnya cuma Tine Baun, Tunggal Denmark yang berjaya di sektor Putri.

Selain kejutan itu, duaribuan membawa beberapa kejutan Kejuaraan Eropa yang berlangsung di Swedia.

  • Hans Kristian Vithingus yang menjadi unggulan 3 dikalahkan Tunggal Jerman, Dieter Domke dengan skor 15-21, 14-21.
  • Unggulan kelima asal Spanyol, Pablo Abian dikalahkan pemain Rusia yang merangkap di Ganda, Ivan Sozonov dengan skor 21-7, 17-21, 16-21.
  • Kejutan Sozonov dilanjutkan pasangannya di Ganda Putra yang juga bermain di Tunggal, Vladimir Ivanov dengan kemenangannya atas Dicky Palyama dari Belanda dengan skor 21-12, 21-16.

medvedev_bulutangkis

Rusia memang belakangan menjadi sorotan. Pasca Presiden Rusia, Dimitry Medvedev mempromosikan bulutangkis lewat video di blognya. Presiden Dmitry Medvedev mengatakan bulutangkis merupakan olah raga yang cocok bagi anak sekolah. Dalam videonya itu dia mengatakan bulutangkis sangat cocok bagi mereka yang ingin meraih kesuksesan. Menurut Medvedev, Pemain bulutangkis mampu membuat keputusan dengan cepat ini artinya mereka memiliki jalan untuk meraih sukses. Itulah kata Medvedev yang saya amini.

Rusia kini menjadi salah satu jajaran Top 10 BWF World Nation Ranking. Tim Thomas mereka pun lolos ke Wuhan sebagai Juara ketiga Zona eropa. Pemain punya pemain elit, seperti Vladimir Ivanov dan Ivan Sozonov di MS, Anastasia Prokopenko dan Tatjana Bibik di WS, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov di MD yang menjadi unggulan kelima di turnamen Kejuaraan Eropa 2012, Valeri Sorokina/Nina Vislova yang tahun 2010 lalu menyabet gelar Juara Eropa di WD serta Semifinalis Korea Open, Alexandr Nikolaenko/Valeri Sorokina.

Tim Uber punya ‘Kapten’ baru

Jika Thomas punya Simon sebagai kapten baru, Tim Uber Indonesia kini sepertinya juga membawa Kapten baru ke Piala Uber. Dialah Maria Febe Kusumastuti. Jika di dua turnamen, yakni India Open 2012 dan Malaysia Open GPG 2012 mendatang, Tunggal Putri Indonesia masih tersingkir di babak awal, bisa dipastikan Maria Febe menjadi punggawa pertama Timnas.

Di Tahun 2008, Maria Kristin menjadi tunggal pertama Tim Putri Indonesia yang berhasil melaju ke Final. Di tahun 2010, berganti Adrianti Firdasari menjadi Tunggal utama Srikandi Indonesia yang berhasil menjadi Semifinalis, itupun dikalahkan China di Semifinal. Sementara di tahun 2012 ini, Febe kemungkinan besar menjadi tunggal pertama Uber Indonesia.

Febe menjadi tunggal teratas dari daftar Ranking BWF, Febe berada di Ranking 34, disusul Firdasari di Rank 39, Aprilia di Rank 41 dan Lindaweni di Rank 45. Di Ganda Putri, Tim Indonesia punya Meiliana Jauhari/Greysia Polii yang berada di Rank 9 disusul Nadya Melati/Vita Marissa dan Anneke/Nitya. Tim Uber Indonesia berada satu grup dengan China dan Afrika Selatan di Grup A Putaran Final Piala Uber mendatang.

Itulah beberapa informasi bulutangkis dunia…

salam duaribuan…

About these ads