Efek ‘Domino’ Kemenangan All England [Part 2]

salam duaribuan…

Setelah artikel berjudul Efek Domino Kemenangan All England menaikkan rating duaribuan, kini duaribuan menggarap part 2 alias lanjutan dari artikel berjudul sama. Dan pascaselesai, duaribuan akan mengabarkan kepada anda. Masih melanjutkan efek domino dari kemenangan Tontowi/Lilyana sebagai XD All England Champion 2012.

Setelah di Part 1 sudah dibeberkan mengenai Tapping Hitam Putih di Trans7, duaribuan juga akan kembali mengabarkan bagaimana Program tersebut ditayangkan pada Selasa, 27 Maret 2012 pukul 18.00 WIB, saya pastikan ratingnya tinggi.

Lilyana Natsir, berbeda saat dengan Nova

Pasangan Ganda Campuran, Tontowi/Lilyana yang Tapping acara Hitam Putih pada Kamis, 22 Maret 2012, programnya ditayangkan pada 27 Maret 2012. Jika pada program Televisi di Kick Andy mengenai gelar Juara Dunia yang didapatnya bersama Nova, kala itu Nova lebih sering nyeletuk, namun bersama Owi, di Hitam Putih kemarin, senior Pelatnas ini terlihat lebih dominan dan diplomatis dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Deddy Corbuzier.

Acara Hitam Putih yang tayang pukul 18.00 WIB pada Selasa itu, diawali dari pertarungan bulutangkis antara Mas Anu (Anugerah) Si Pianis dengan Bill Beatbox, diwasiti oleh artis kenamaan, Jill Gladys. Deddy pun datang dan menyuruh Bill dan Anugerah duduk, Mereka mengaku sebagai Jawara All England, Deddy pun bertanya, Apa itu All England, Gelak tawa pun muncul ketika Mas Anu menjawab “All England” = “Semua Inggris”, hingga Jawara All England yang sebenarnya, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir dipersilahkan masuk oleh Deddy. Pertanyaan Deddy mengenai apa itu All England dijawab oleh Butet, All England adalah pertandingan bulutangkis tertua dan paling prestisius dilain Olimpiade.

Candaan datang oleh Mulut Liliyana, Deddy bertanya “Siapa lawan di Final”, dengan santai butet menjawab “Siapa ya, lawan kalah juga gak penting”. Namun, mereka masih mengingat negara mana saja yang mereka lawan, mulai dari Malaysia-China-Inggris-Malaysia-Denmark. Menurut Butet, pertandingan palinga menegangkan saat melawan Denmark di Final karena menurut Butet ada tekanan tersendiri di Final. Tapi, celetukan Butet, “kita babat juga”… Dalam acara itu, mereka menggunakan jaket merah dipadukan dengan skinny jeans. Sayang, segmen pertama harus jeda karena Adzan Maghrib.

Di Segmen kedua, Deddy mengajak semua pemirsa menyaksikan review pertandingan dan kemenangan dari Pasangan Ganda Campuran Indonesia ini (duaribuan juga bakal bikin review lengkap, part 3 mungkin). Dari tayangan itu, Deddy pun bertanya, “berapa hadiah?”, Butet pun menjawab “mau tahu aja nih mas deddy” (ciee.. mas Deddy).. Masih masalah prestasi, Deddy bertanya kepada Owi, “Sebelum dengan Lilyana, owi pernah dapat juara apa?”, dengan santai Owi menjawab “Juara apa.. Juara RT”, diikuti celetukan para penonton di Studio, termasuk saja juga.. Talkshow yang sangat menghibur. Kemudian, Deddy bertanya seputar pasangan ini ke Richard Mainaky, pelatih XD Pelatnas.

Richard memilih Owi sebagai pasangan duet Lilyana di lapangan karena menilai Owi memiliki karakter menjadi Juara Dunia, namun Jill Gladys nyeletuk menyebut, “Tampang Owi jadi Boyband”.. Owi sendiri memang susah sekali diurus karena selain masih muda dan labil, ia sering terlambat bahkan sampai Richard memberi hukuman kepada Owi. Hukuman itu adalah disuruh pulang kembali, sebenarnya enak, tapi sang Juara Dunia (Butet – red) nyeletuk, “Kalo telat bangun, gak maju-maju”. Deddy pun memberi pertanyaan memancing, “Kalo disuruh pulang enak, bisa jalan-jalan”, tapi richard menjawab pertanyaan Deddy, “Kunci mobil disita, Owi gak bisa kemana-mana”.

Sudah mondar mandir mengenai telatnya Owi, Owi sendiri menjawab “kalo tidur susah bangun”, biasanya sesudah sholat Subuh, Owi tidur lagi, padahal latihan dimulai 06.30, bahkan terkadang ia sengaja telat latihan supaya disuruh pulang karena sedang malas. Berdasar penuturan Lilyana, Latihan di Pelatnas pada Hari Selasa dan Kamis sebanyak 3 kali latihan, sedangkan hari lain kecuali Minggu 2 kali latihan. Latihan sebanyak 3 kali itu ditambah dengan latihan fisik yang menurut Lilyana membosankan. Deddy bertanya sejak kapan Butet latihan, “sejak 9 tahun”, namun Deddy tanpa berpikir nyeletuk, “Tiap hari lari?”, Butet pun menjawab hingga membuat gelak tawa, “Ya divariasiin mas, lari melalu jadi pelari, bukan pebulutangkis”. Ditanya mengenai pacar, Butet menyinggung yang disebelahnya (Owi – red) yang membawa pacar barunya mengenai Cinlok yang tak hanya di dunia entertainment, tapi juga dunia atlet. Owi pun sampai mencubit paha Butet.

Anneke Feinya – Tontowi Ahmad

Cinlok terjadi antara Owi dengan Feinya (WD bersama Nitya) namun kini putus. But, di Hitam Putih ia menggandeng Michelle Harminc, seorang model yang sebenarnya keunggulannya cuma dia putih turunan bule. Katanya ketemu di Rumah Makan, Owi yang pertama ngajak kenalan dan minta nomor HP. Seketika Wajah Owi pun memerah, btw, masih menggunakan tuh tindik di kuping.

\

Michelle Harminc – Tontowi Ahmad

Di Segmen 3, awal kisah cinta Owi-Michelle masih dibuka lebar. Pada saat pertama kali ketemu, Owi bilang sejak kali pertama bertemu, ia sudah suka dan mengaku pada Michelle bahwa ia sudah tidak punya pacar. Owi pun menganggap memiliki pacar menjadi semangat bagi Peraih All England 2012 ini. Lalu Michelle sendiri mengaku baru satu bulan berpacaran dengan Owi. Sedangkan pacaran mereka sendiri itu gak tentu, menurut penuturan Richard Mainaky, hari dimana diperbolehkan keluar yakni pada Rabu, Sabtu, Minggu. Owi bahkan mengaku beberapa kali diluar hari tersebut keluar, sehingga Richard pun mengatakan akan “menindak” tindakan Owi, huh, Deddy pun bilang, “ngaku di depan pelatih sendiri”, seisi Studio kembali dibuat tertawa.

Kembali ke Butet, Pada awal kariernya, Butet sempat ingin berhenti dari karier bulutangkis, karena di 2 tahun pertama ia bertanding (2003-2005), pertandingan-pertandingannya sudah keok di babak awal, saat itu ia bermain di Ganda Putri. Hingga akhirnya, Orang Tuanya (Om Beno dan Tante Olly) pun menyemangati Butet hingga tawaran Richard untuk main di XD akhirnya memuluskan jalannya ke podium Juara Dunia 2005. Kala itu, masalah Sekolah juga disinggung Deddy. Jika Nova lulus SMA, Butet hanya lulusan SD. Butet dengan muka serius mengaku memang ada kompensasi bagi atlet yang masih bersekolah untuk ketika Ujian, dapat kompensasi untuk masuk sekolah. Namun, Ia pun berpikir memang menetapkan satu pilihan.

Di Segmen 4, Kisah Sedih Lilyana Natsir masih berlanjut. Berpisah dengan orang tua di usia 12 tahun membuat ia sering menangis di 3 bulan pertama perpisahan mereka, termasuk saat membuat susu, karena ia teringat Ibundanya, Tante Olly pasti membuatkan Butet susu. Butet mengaku bahwa pernah bubur yang ia makan sangat lembek karena dipenuhi air matanya. Apalagi saat itu, ia adalah orang daerah yang diusia muda harus merantau, tanpa teman, dan sering diejek oleh senior di Tangkas, sehingga seiring waktu ia pun bisa mengatasi hal itu.

Sedangkan cerita Tontowi berbeda, Disuruh Orang Tua menekuni bulutangkis, Owi malah tidak tahan, ia pun dimasukkan ke Pesantren, hingga tak tahan, Owi pun kembali seminggu kemudian. Hingga ia pun bermain bulutangkis dan akhirnya seperti ini, membawa nama Indonesia. Hal unik ketika Owi dipikir Charlie ST 12 di Malaysia.

Butet mengemukakan beberapa kata-kata diplomatis, Butet mengaku semua nomor pasti berawal dari Tunggal, Butet pun pernah bermain tunggal karena itu merupakan basic, hingga sekarang ia bermain Ganda, Butet sendiri mengaku susahnya bermain Ganda itu karena menyatukan 2 orang jadi satu, kita harus tahu dia maunya apa dan harus saling pengertian.

Deddy pun mengajak pasangan All England ini untuk saling bertanding. Butet sendiri mengaku mereka belum pernah saling melawan. Hingga ketika bertanding, Owi pun menanyakan, “Ini beneran ci…” (Owi memanggil Butet dengan sebutan cici..). Mereka pun mencontohkan cara pemain wanita di XD untuk mengangkat bola sehingga pemain pria bisa menggebuk alias smash. Selain itu, masalah kesehatan disinggung oleh Butet, yakni masalah Tes Doping (jangan sampe kena kasus kayak Zhou Mi, nih artikel Kontroversi Zhou Mi)

Butet sendiri mengaku, kekurangan Owi mirip dengan yang Richard tuturkan, Owi labil, emosi dan suka terburu-buru sehingga sering mati. Butet sendiri mengaku sering marah karena memang muka Owi minta dimarahin. Namun, Owi sendiri menerima marahnya Butet sebagai sebuah pelajaran. Bahkan ketika ditanya Deddy, “Mengapa All England baru didapat”, Butet menjawab, “Jalan yang diatas”, dan jawaban Owi singkat namun memicu tawa, “sama”..

Jawaban “sama” berlanjut ke Segmen 5. Ketika ditanya mengenai “apa yang dilakukan setelah pensiun”, Butet menjawab menjadi “bussines woman”, sedang Owi menjawab, “sama”, apa juga business’woman’? hahaha… Bussiness woman dalam hal ini menurut Butet adalah berbisnis yang tidak jauh dari olahraga. Ditanya mengenai target, target Butet adalah emas Olimpiade karena saat bersama Nova, Butet hanya mendapatkan silver.

Acara pun berakhir, kata terakhir yang diucapkan Deddy, “Tidak ada sesuatu yang luar biasa tanpa adanya sebuah pengorbanan” menjadi cermin bagi diri kita untuk selalu berkorban agar bisa menjadi sesuatu yang luar biasa seperti layaknya Jawara All England 2012, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir.

Titel XD All England kedua bagi Indonesia

Titel Lilyana Natsir/Tontowi Ahmad adalah titel kedua bagi Indonesia di XD All England, karena di tahun 1979, Titel pertama bagi XD diraih oleh Christian Hadinata/Imelda Wiguna yang mengalahkan Mike Tredget/Nora Perry [ENG]. Kekalahan itu dibalas Mike/Nora di tahun 1980 dan 1981. Di tahun 1980, Mike/Nora menang 18–13, 15–10 sedangkan di tahun 1981 Mike/Nora menang 10–15, 18–14, 15–10 atas Christian Hadinata/Imelda Wiguna. Titel kedua sempat terbuka saat pasangan Indonesia Trikus Heryanto/Minarti Timur menembus final All England 1997, namun kalah oleh Liu Yong/Ge Fei dengan skor telak 10-15, 2-15.

Nova Widianto/Lilyana Natsir dua kali masuk Final di tahun 2008 dan 2010, dan keduanya kalah dari pasangan China. Di 2008, Nova/Butet kalah 21-18, 14-21, 9-21 oleh Zhang Jun/Gao Ling sedangkan di tahun 2010 kalah 18-21, 25-23, 18-21 oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei. Dan titel kedua benar-benar terjadi ketika Tontowi/Lilyana menang atas Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl dengan skor ketat 21-17, 21-19.

Dulu Butet, Kini Owi

Jika bersama Nova Widianto, Terlihat di foto diatas Butet sangat tomboy dengan tindiknya, kini di All England, Tontowi terlihat dengan Tindiknya, entah siapa nanti yang menggantikan Butet, akankah Pasangan Owi akan memakai Tindik juga?

salam duaribuan…

About these ads