Hafalan Shalat Delisa ‘Delisa cinta Ummi Karena Allah’

salam duaribuan…

22 Desember kemarin, bertepatan dengan Hari Ibu, sebuah film besutan Starvision Plus dirilis perdana di Bioskop. Berlatar mengenai Tsunami Aceh, film ini sungguh inspiratif. Dimainkan oleh aktris dan aktor pilihan semakin menunjang film berjudul ‘Hafalan Shalat Delisa’.

Beberapa cast dari Film ini adalah Reza Rahardian yang berperan sebagai Abi Usman (ayah Delisa), Nirina Zubir sebagai Ummi (ibu Delisa) dan Chantiq Schagerl sebagai Delisa.

26 Desember 2011 mendatang, adalah peringatan 7 tahun bencana alam terbesar Tsunami Samudra Hindia, dan yang paling berdampak adalah Bumi Serambi Mekkah, Nanggroe Aceh Darussalam.

23 Desember, SCTV menghadirkan Behind The Scene film ‘Hafalan Sholat Delisa’ ini. Film ini menceritakan seorang gadis kecil bernama Delisa dan keluarganya. Tinggal di kampung yang bernafaskan Islam, yakni di Lhok Nga, Delisa hidup bersama Ummi dan 3 kakaknya yakni Fatimah (Ghina Salsabila), dan si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi)

Sedangkan sang Ayah bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak Internasional. Jarang sekali pulang membuat Abi Usman jarang memiliki kedekatan dengan anak-anaknya.

Diilustrasikan pada 26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap melaksanakan ujian praktek shalat. Saat Delisa sedang khusyuk praktek sholat, tiba-tiba terjadi gempa. Gempa itu membuat kepanikan warga, namun Delisa yang khusyuk tidak memperdulikannya.

Tiba-tiba tsunami menghantam, menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka, dan menggulung tubuh kecil Delisa serta ratusan ribu lainnya di Aceh serta berbagai pelosok pantai di Asia Tenggara. Bencana yang dahsyat tidak menyisakan apa-apa. Rata dengan tanah.

Delisa berhasil diselamatkan Prajurit Smith, setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit. Sayangnya luka parah membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Penderitaan Delisa menarik iba banyak orang. Prajurit Smith sempat ingin mengadopsi Delisa bila dia sebatang kara, tapi Abi Usman berhasil menemukan Delisa. Delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan Ummi belum ketahuan ada di mana.

Delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera Abi Usman dan juga orang-orang Aceh lainnya, Delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. Walaupun terasa berat, Delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. Walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi Delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan.

Dalam film ini, amanat yang ingin disampaikan adalah bagaimana menyikapi suatu masalah bukan dengan kesedihan. Kata-kata paling mengharukan dalam film ini menurut gue adalah ‘Delisa cinta Ummi Karena Allah’. Dari balik kata tersebut, tersimpan bahwa Allah menciptakan sang Ummi untuk dicintainya. Ketika Allah mengambil Ummi, ia pun harus terima, karena Allah SWT.

Dibalut dalam sebuah Soundtrack film yang mengharukan berjudul ‘Lagu Ibu’  yang akan menghantarkan anda untuk memahami film ini. Dinyanyikan oleh Rafly bersama Chantiq Schagerl, lagu ini sangat cocok disandingkan dalam beberapa scene di film ‘Hafalan Sholat Delisa’. Lagu ini bisa didownload di bagian kanan anda “Ayo Unduh” bagian music, judulnya “Lagu Ibu”.

Film ini telah rilis 22 Desember, jangan lupa nonton di Bioskop kesayangan anda.

salam duaribuan…

About these ads