Chairul Tanjung bakal akuisisi detik.com

 

salam duaribuan…

Situs Warta Era Digital yang mengudara 1998, detikcom rencananya akan diakuisisi oleh bos Para Group, Chairul Tanjung. Ini mungkin merupakan salah satu Obsesi Chairul Tanjung.

foto

PT Agranet Multicitra Sibercom (Agrakom) yang memiliki detikcom mengaku akan dibeli oleh bos Grup Para itu lewat anak perusahaanya, PT. Trans Corporation (TransCorp).

 

Beberapa tahun lalu, TransCorp mengakuisisi Trans7 yang saat itu sedang tidak sehat, tetapi kala ini kita lihat, Trans7 telah menjadi salah satu perusahaan sehat dan menguntungkan, bahkan menjadikan bos Para itu menjadi salah satu orang terkaya Indonesia.

Kalau yang tidak sehat bisa sebegitu sehatnya, apalagi dengan detikcom yang sudah sangat sehat. Memang soal harga jangan ditanya, TransCorp mengakuisisi 47% saham Trans7 kala itu, karena memang hitungan televisi sangat besar. Tetapi, jangan salah, detikcom rumornya dijual hingga kisaran US$ 90 juta (kurang lebih Rp 90 miliar) dengan jumlah uang pengikat US$ 10 juta (kurang lebih Rp 10 miliar).

Bisa dibayangkan, mungkin saat ini TransCorp akan kehilangan banyak uang jika membeli, tetapi beberapa tahun setelah diakuisisi, mungkin TransCorp akan mendapatkan untung berlipat.

Akuisisi itu mungkin dilaksanakan pada awal bulan Agustus tahun ini. Padahal 3 tahun lalu pembelian ini sudah dibicarakan, tetapi harganya dulu tidak sesuai harapan Chairul Tanjung.

Yah, mungkin Chairul Tanjung telah meniru beberapa korporasi lain yang memiliki portal media online seperti Bakrie Grup yang punya vivanews.com, Emtek Grup yang punya liputan6.com, Media Grup yang punya mediaindonesia.com, MNC Group yang memiliki okezone.com

Yah, seperti itulah perkembangan bisnis Indonesia, mungkin CT akan semakin kaya dengan Para Group miliknya.

Tetapi, banyak rumor, terutama di blogdetik bahwa akuisisi akan berdampak pada konten blogdetik karena pada Pemilu lalu, Chairul Tanjung adalah salah satu suporter dari Partai Demokrat, jadi kalau ada comment atau blog yang tidak sesuai dengan ‘harapan’ Bos, mungkin akan dihapus…

Yah, semoga kebebasan berpendapat tetap berjalan dengan baik tanpa ada pengekangan dari pihak manapun.

salam duaribuan…

About these ads