Mengintip Pendidikan di Jerman

salam duaribuan…

Untuk yang satu ini, saya sangat setuju. Sistem Pendidikan di Jerman. Tahukah anda, Jerman mematok Pendidikan selama sekitar 13 tahun. Lebih lama, tetapi prosesnya lebih singkat disini.

Di Jerman, Pendidikan dimulai di umur 0 – 6 tahun, di sana, dimulai pendidikan di tingkat Kindergarten (TK), dan pada usia 7 tahun masuk ke tingkat SD yang disana dinamakan Grundschule.

Di Grundschule, dilaksanakan pendidikan selama sekitar 6 tahun dari Kelas I sampai VI (sama seperti di Indonesia), bedanya di Indonesia, dari Kelas I sampai VI, siswa belajar dengan kawan bersama-sama, sedangkan di Jerman, pembelajaran bersama-sama itu hanya dilaksanakan sampai Kelas IV. Di Kelas V dan VI, dilaksanakan proses pengamatan tentang kemampuan siswa.

Mendekati kelulusan, Siswa akan dijuruskan menjadi 3 kelompok, yakni pintar, sedang dan bodoh. Pengelompokkan ini berdasarkan kemampuan siswa.

Kalau di Indonesia, orang yang berduit anaknya mungkin bisa masuk ke sekolah pilihannya, tidak melihat kemampuan siswa itu. Inilah kelemahan dari Pendidikan di Indonesia, melihat uang bukan kecerdasan. Penjurusan di SMA Kelas XI pun dapat direkayasa, dengan uang tentunya. Ini Potret Pendidikan di Indonesia

File:Altbaupforte des Kollegs St. Blasien.jpg

Setelah dikelompokkan menjadi 3, Kelompok pintar ini akan masuk ke Sekolah untuk orang cerdas atau dikenal dengan Gymnasium. di Gymnasium, seseorang akan menjalani Pendidikan selama sekitar 6 tahun dari Kelas VII sampai Kelas XIII. Lulusan dari Gymnasium dapat meneruskan ke jenjang universitas, dan mendapat gelar.

Untuk Kelompok sedang, akan masuk ke sekolah kelompok sedang. Di sini, ia akan dididik selama 4 tahun dari Kelas VII sampai Kelas X. dan meneruskannya hanya ke akademi.

Untuk kelompok bodoh, akan masuk ke kelompok bodoh, disini, ia akan dididik selama 3 tahun dari Kelas VII sampai Kelas IX dan hanya dapat meneruskannya ke Sekolah Ketrampilan atau disini dikenal dengan SMK.

Setelah ketiga kelompok lulus, mereka akan mendapatkan pekerjaan berbeda-beda. Misalnya di bidang Kesehatan, Kelompok pintar akan menjadi Dokter, Kelompok sedang menjadi Perawat dan kelompok bodoh menjadi pembantu di bawah Perawat.

Lulusan SMA sendiri di Indonesia butuh 12 tahun dan SMK butuh 13 tahun. Tetapi, kualitasnya mungkin belum bisa bagus.

Di sana sendiri, Pakaian seragam tidak ada, berbeda dengan di Indonesia yang berbelit belit dari SD sampai SMA harus memakai seragam.

Jam pembelajaran pun berbeda, disana pembelajaran hanya dilaksanakan dari pukul 08.00 sampai paling tidak pukul 13.00, bahkan mungkin ada kabar dari pukul 09.00 sampai hanya jam 11.30. Berbeda di Indonesia yang dari jam 07.00 bisa sampai jam 16.00.

Untuk mata pelajaran, pasti berbeda lah. di Jerman pelajarannya sedikit, sedangkan di Indonesia, mata pelajarannya bisa sampai puluhan.

Itulah Potret Pendidikan diJerman, Mungkin memang berbeda dari Indonesia, tetapi menurut saya, di Jerman Pendidikannya berkualitas.

salam duaribuan…

About these ads