Bahu Laweyan

Coverage 16

salam duaribuan…

Hari Sabtu, 23 April kemarin, SCTV menayangkan tayangan perdana Sinema Wajah Indonesia menyusul suksesnya FTV Sinema 20 Wajah Indonesia pada 2010 yang lalu. Kali ini, Sinema Wajah Indonesia dimulai dengan film berjudul Mahasmara. Promosi FTV ini sangat banyak, bahkan saya sangat penasaran, tetapi penasaran saya terjawabkan setelah menonton film ini.

Pada awal cerita pria bernama Bram yang merupakan calon suami dari Mahas (Mahasmara) tewas tertabrak sepeda motor sepekan sebelum pernikahan berlangsung. Selanjutnya Tejo, calon suami berikutnya juga tewas pada malam “melepas masa lajang”. Dua peristiwa itu, Mahas merasa dirinya perempuan sial. Ia mengurung diri di kamar. Selama mengurung diri, Mahas hanya mau ditemui oleh Mahanani, kakaknya. Satu orang lagi yang bisa menemui Mahas adalah Gendon alias Don, pegawai toko barang antik milik Mahas. Don boleh masuk karena ngotot ingin bertemu Mahas hanya untuk mendapat jawaban seputar toko yang dikelolanya itu akan ditutup. Don dan Mahas menjadi akrab. Mahas merasa belum pernah melihat pemuda seperti Don, pria yang aneh. Seperti mau mentraktir Mahas di warung gudeg di Margoyudan yang buka pukul 02.00 WIB. Banyak perilaku aneh lainnya yang membuat Mahas semakin lengket dengan Don. Mereka akhirnya saling jatuh cinta. Namun, jalinan cinta mereka dibayang-bayangi kecemasan Mahas yang berpikir Don akan mati sebelum pernikahan berlangsung. Keunikan Don tampak saat Mahas membuka ceritanya. Usul Don terbilang nyleneh agar tak meninggal sebelum menikah dengan Mahas yakni dengan pura-pura jatuh cinta dan menikah secara diam-diam. Meski hanya seorang pegawai biasa, keluarga Mahas merestui hubungan anaknya dengan Don. Namun, di luar dugaan, Mahas malah memilih tidak menikah. Bukan karena tidak mencintai Don tapi takut kehilangan pujaan hatinya itu. Menyikapi hal itu, Don berusaha meyakinkan Mahas. Usaha Don sukses. Mahas mau dinikahi Don.

Semakin dekat hari pernikahan, Mahas begitu cemas. Terlebih Don masih bekerja mencari kayu bantalan kereta untuk perlengkapan toko antiknya dengan mengendarai truk. Kabar buruk itu datang juga. Truk yang ditumpangi Don menabrak pohon. Dan singkat cerita, Don berhasil mengeluarkan jin yang berada di rahim Mahas pada saat melakukan hubungan di malam pertama dan  mereka berdua hidup berbahagia tanpa ketakutan akan misteri bahu laweyan itu.

Mahasmara, diperankan oleh Ardinia Wirasti

Film ini disutradarai oleh Handre Sasto dengan penulis skenario Arswendo Atmowiloto ini diangkat dari sebuah mitos daerah Solo, Jawa Tengah, yakni bahu laweyan. Menurut mitos Jawa wanita yang memiliki bahu laweyan melengkung seperti busur diartikan merampas hidup suaminya. Siapa pun yang menikahi perempuan ini akan meninggal sampai tujuh kali.

Yang Paling saya suka dalam FTV ini adalah : Don menyuruh Mahas untuk menikahi Koruptor agar Koruptor habis mati karena Perempuan Bahu Laweyan. itu sebuah hukuman yang sangat menusuk hati.

Ini memang sebuah hal misterius, dan mungkin hanya ada di Indonesia… FTV Sinema Wajah Indonesia selanjutnya akan semakin menarik, dan yang paling saya tunggu-tunggu adalah FTV berjudul “Undangan Kuning” yang akan shooting di Purwodadi.

Itu tadi sekilas mengenai Bahu Laweyan

salam duaribuan…


About these ads