3 Jenderal Besar Indonesia

Jenderal Besar adalah pangkat tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang perwira TNI Angkatan Darat, pemberian pangkat ini hanya untuk perwira-perwira yang sangat berjasa. Selebihnya, pangkat Jenderal penuhlah (4 bintang) yang biasanya dicapai oleh perwira-perwira tinggi. Pangkat Jenderal Besar ini ditandai dengan lima bintang emas di pundak. Pangkat ini sepadan dengan Laksamana Besar di TNI Angkatan Laut dan Marsekal Besar di TNI Angkatan Udara.

Didalam sejarah militer Indonesia, hanya ada 3 orang yang berpangkat Jenderal Besar, yaitu :

1. Jenderal Besar Soedirman

Pria berkelahiran Purbalingga, Jawa Tengah pada 24 Januari 1916 ini menjadi Jenderal Besar pertama di jajaran TNI Angkatan Darat. Beliau wafat di Magelang pada 29 Januari 1950 karena penyakit tuberkulosis dan dimakamkan di TMP Kusuma Negara Yogyakarta. Pangkat Jenderal Besar ini didapatkannya pada tahun 1997. Sampai saat ini, namanya masih diabadikan sebagai nama Jalan, nama Monumen bahkan nama sebuah universitas di Purwokerto, yakni Universitas Jenderal Soedirman.

2. Jenderal Besar AH Nasution

Abdul Haris Nasution lahir pada 3 Desember 1918 di Kotanopan, Sumatera Utara dan meninggal di Jakarta pada 6 September 2000 adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia pernah menjadi sasaran dari G30S/PKI, namun anaknya Ade Irma Suryani Nasution yang meninggal. AH Nasution pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada tahun 1959-1966 dan Ketua Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1966-1967. Beliau dianugerahi pangkat Jenderal Besar pada Hari ABRI 5 Oktober 1997. Namanya juga dijadikan nama Museum, yakni Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR. A.H. Nasution yang bertempat di Jalan Teuku Umar No. 40 Jakarta Pusat.

3. Jenderal Besar Soeharto

Lahir di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta pada 8 Juni 1921, namanya mencuat ketika Serangan Umum 1 Maret 1949 dan semakin terkenal ketika menjabat Presiden Republik Indonesia kedua, menggantikan Soekarno. Pria yang meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 menjabat Presiden selama 32 tahun dan meninggalkan berbagai hal, terutama korupsi dan kasus-kasus lain. Anak-anaknya pun masih menjadi sorotan karena kasus-kasus, mulai dari kasus politik, perceraian dan pernikahan. Soeharto dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo, Jawa Tengah pada 28 Januari 2008.

Itulah 3 Jenderal Besar, maukah anda menjadi Jenderal selanjutnya? Belajar yang keras, masuklah ke Akademi Militer dan berkaryalah sebanyak mungkin dalam karier anda. Impian suatu saat bisa menjadi kenyataan.

About these ads